KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Ajang lari Alfamart Run kembali hadir dengan memadukan olahraga dan hiburan dalam satu pengalaman yang dijadwalkan berlangsung di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Minggu (18/10/2026) mendatang.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Alfamart Run 2026 tidak hanya menawarkan lintasan lari 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), tetapi juga menghadirkan rangkaian entertainment, hadiah, hingga goodie bag yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi para peserta.
Sebanyak 5.000 pelari dipastikan bakal memadati ajang yang sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-27 Alfamart tersebut. Antusiasme terhadap Alfamart Run terlihat sejak tahap pendaftaran.
Dengan jumlah tiket yang terbatas, calon peserta harus mengikuti mekanisme war ticket melalui aplikasi Alfagift. Selain mekanisme tersebut, panitia juga menyediakan kesempatan memperoleh tiket melalui sistem ballot bagi calon peserta yang memenuhi persyaratan.
Tingginya minat tersebut membuat Alfamart Run bertransformasi tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi salah satu gelaran sport entertainment yang dinantikan masyarakat.
Marketing Director Alfamart, Ryan Alfons Kaloh mengatakan, Alfamart Run menjadi salah satu bentuk inovasi Alfamart dalam menghadirkan kegiatan yang dekat dengan masyarakat dengan konsep acara terus dikembangkan agar pengalaman peserta tidak berhenti pada aktivitas berlari.
“Alfamart merupakan gerai komunitas yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, setiap kegiatan yang kami hadirkan terus kami kembangkan agar memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar aktivitas utama.”
Pada Alfamart Run tahun ini, olahraga lari tetap menjadi esensi utama, namun kami lengkapi dengan entertainment dan berbagai pengalaman lain yang bisa dinikmati peserta,” ujar Ryan dalam konferensi pers Alfamart Run 2026 di Alfa Tower, Tangerang Banten, Senin (14/9/2026).
Menurut Ryan, antusiasme peserta tidak hanya terbatas dari wilayah Jabodetabek. Pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta tercatat datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga luar Pulau Jawa.
Salah satu daya tarik unik yang selalu dinantikan peserta adalah goodie bag. Tahun ini, peserta yang membayar biaya pendaftaran sebesar Rp600.000 akan memperoleh jersey, medali, asuransi perlindungan diri dari kecelakaan yang berlaku pada hari pelaksanaan, serta goodie bag dengan berat lebih dari 50 kg.
Goodie bag tersebut berisi beragam produk kebutuhan sehari-hari—mulai dari makanan, minuman, personal care, hingga kebutuhan rumah tangga—dengan nilai total lebih dari Rp4 juta.
Besarnya isi goodie bag ini menjadikan momen unboxing sebagai cerita tersendiri di kalangan peserta, di mana Alfamart juga menyiapkan hadiah khusus bagi peserta beruntung yang mengunggah momen unboxing mereka di media sosial.
Menariknya, tas goodie bag berukuran raksasa tersebut kembali diproduksi oleh UMKM lokal, Intako dari Tanggulangin, Sidoarjo. Ukuran tas sengaja dibuat lebih besar dibanding tahun sebelumnya untuk menyesuaikan muatan produk yang dibawa peserta.
Dari sisi hiburan, Alfamart Run 2026 turut diperkuat oleh Brand Ambassador Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati, serta penampilan grup musik Padi Reborn yang siap menghibur peserta setelah melewati garis finis.
Meski mengusung konsep sport entertainment, Alfamart memastikan aspek olahraga tetap menjadi inti penyelenggaraan. Dua kategori lomba (5K dan 10K) disiapkan bagi pelari dari berbagai tingkat kemampuan. Sejumlah pelari dan atlet nasional juga dijadwalkan berpartisipasi guna menjaga persaingan tetap kompetitif.
Alfamart menyiapkan total hadiah podium senilai Rp250 juta tunai bagi 252 pemenang. Selain hadiah podium, seluruh peserta juga berkesempatan membawa pulang dua unit mobil listrik Wuling Air EV melalui mekanisme door prize.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora), Erick Thohir turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan Alfamart Run. Menurutnya, ajang ini mencakup tiga nilai penting: investasi karakter, kesehatan, dan keekonomian.
Erick menyoroti bagaimana aktivitas lari dapat membentuk kedisiplinan serta semangat juang masyarakat.
“Artinya yang mau kerja, mau fight, ya hal yang baik tentu, supaya bangsa kita juga jadi bangsa yang disiplin. Kalau lari enggak on time, kan enggak bisa ikut lari. Start jam 5, datang jam 6, enggak ikut lari dia. Nah, jadi itu investasi,” kata Erick.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan partisipasi olahraga di Indonesia. Mengacu pada data demografi, Indonesia memiliki sekitar 125 juta penduduk di rentang usia 13 hingga 30 tahun.
Namun, tingkat partisipasi olahraga aktif masyarakat Indonesia baru mencapai 17,5%, jauh tertinggal dibanding negara seperti Jepang yang mencapai 65%. “Ini bagus buat bangsa kita, karena tidak ada bangsa yang maju tanpa generasi yang baik dan sehat,” tegas Erick.
Lebih lanjut, Erick mengapresiasi economic impact yang dihadirkan Alfamart Run, mulai dari perputaran industri olahraga hingga keterlibatan UMKM lokal dalam pembuatan goodie bag. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenpora dalam mendorong potensi sport industry dan sport tourism nasional.
“Olahraga juga itu investasi untuk keekonomian. Itu revenue (pendapatan), jadi bukan cost. Terima kasih kepada Alfamart Group yang sudah mencakup tiga-tiganya: investasi karakter, kesehatan, dan keekonomian. Mudah-mudahan ini continue, kalau bisa sampai tahun ke-110. Ini menjadi bentuk dukungan sektor swasta terhadap perkembangan olahraga nasional,” pungkas Menpora.







