JAKARTA,PenaMerdeka – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan potensi hujan lokal masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia sepekan ke depan.

Meskipun kondisi saat ini cenderung kering, dinamika atmosfer memicu peningkatan curah hujan secara lokal.

Melansir akun media sosial resmi BMKG, potensi hujan ini sangat dipengaruhi oleh aktivitasMadden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial.

Selain itu, adanya sirkulasi siklonik serta labilitas atmosfer yang kuat turut mendukung peningkatan awan hujan, khususnya di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Berdasarkan analisis curah hujan terkini dari BMKG, hujan lebat berskala lokal telah tercatat melanda beberapa wilayah dengan intensitas yang cukup tinggi.

Rekaman curah hujan tertinggi terjadi di Sumatera Barat yang mencapai 75 mm/hari, disusul Kalimantan Barat (70 mm/hari), Jawa Barat (58 mm/hari), dan Kalimantan Utara (53 mm/hari).

Periode 22–24 September 2026

• Hujan Lebat – Sangat Lebat: Sumatra Utara.

• Hujan Sedang – Lebat: Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

• Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan.

Periode 25–28 September 2026

• Hujan Sedang – Lebat: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

• Angin Kencang: Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.

“Pantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui www.bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG dan media sosial @infobmkg,” pesan BMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *