Blangko E-KTP Kosong, Ribuan Warga di Kabupaten Malang Gunakan Suket

KABUPATEN MALANG, PenaMerdeka – Untuk mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan ribuan warga di Kabupaten Malang, Jawa Timur terpaksa mengunakan surat keterangan (Suket). Karena imbas dari kekosongan blangko E-KTP.

Tercatat sekitar 120 ribu warga di Kabuptaen Malang belom mengantongi kartu tanda penduduk yang elektrik. Karena disebabkan blangko untuk mencetak E-KTP tersebut masih kosong. Sehingga berimbas pada warga yang sudah melakukan perekaman itu harus mengunakan surat Keterengan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

“Kami belum tahu kapan blangko E-KTP tersebut dikirim dari pusat agar segera bisa dicetak, sebab setiap harinya jumlah yang harus dicetak terus bertambah karena masyarakat yang melakukan perekaman data juga terus bertambah,” ujar Purnadi Kepala Dinas Dispendukcapil, Senin (20/03).

Menurutnya, bila blangko E-KTP sampai akhir tahun ini belum juga datang, jumlah E-KTP yang belum tercetak bisa bertambah hingga mencapai 200 ribu lembar, sementara jumlah mesin cetak E-KTPnya hanya berjumlah 17 uni.

Dirinya juga menerangkan satu mesin cetak rata-rata hanya mampu mencetak 150 lembar Kartu Tanda Penduduk yang elektrik per hari. Untuk itu pencetakan 200 ribu lembar blangko E-KTP itu membutuhkan waktu cukup lama.

“Kalau dipaksakan untuk mencetak melebihi kapasitas dikhawatirkan malah akan rusak dan akhirnya tidak bisa mencetak sama sekali,” paparnya.

Sementara ditanyakan soal persentase warga Kabupaten Malang yang wajib E-KTP lanjut Purnadi mengatakan, hampir mencapai 95%. Sedangkan bagi warga yang belum melakukan perekaman (5%) sekitar 30 ribu jiwa dan rata-rata domisilinya jauh dari akses transportasi umum atau sulit dijangkau dan secara ekonomi kurang mampu karena terhambat biaya transportasi.

Untuk itu nantinya supaya warga bisa melakukan perekaman, pada tahun ini pihaknya bakal mengupayakan jemput bola dengan mengunjungi 100 dari 390 desa yang ada di kabupaten Malang.

“Kami targetkan pada tahun ini warga yang melakukan perekaman sudah tuntas seluruhnya. Jumlah warga yang wajib E-KTP saat ini mencapai 1,9 juta jiwa,” terangnya.

Lebih dalam Purnadi menerangkan, bagi warga Kabuapten malang yang bekerja di luar negeri yang belum melakukan perekaman E-KTP tetap dilakukan pemetaan, bahkan kata dia, Dispendukcapil membuka layanan khusus bagi mereka (TKI/TKW) pada hari raya atau momen-momen tertentu saat musim para pekerja di luar negeri itu pulang kampung.

“Misalnya pada ssat lebaran, pada hari H nya kami tetap melayani mereka. Namun hanya di titik-titik tertentu di daerah yang menjadi kantong TKI. Memang sekarang masih ada yang belum melakukan perekaman data, tetapi tidak banyak,” tandasnya.(herman/dbs)

Disarankan
Click To Comments