KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat layanan pendidikan di wilayahnya. Langkah strategis itu diambil guna menyokong lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 12 Kota Tangerang, Jalan Raden Fatah, Ciledug, Senin (13/7/2026).

Dalam kunjungan itu, ia memastikan intervensi pemprov akan menyasar hulu hingga hilir pelayanan pendidikan, mulai dari penambahan daya tampung sekolah di wilayah padat hingga evaluasi kurikulum.

“Upaya kita (adalah) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar anak-anak kita setelah selesai di SMK, itu bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan ke tingkatan berikutnya,” ujar Andra Soni di hadapan awak media usai meninjau.

Jawab Tantangan Zaman: Evaluasi Jurusan yang Terancam AI

Sebagai bentuk nyata dalam mencetak lulusan yang berdaya saing, Andra Soni mengungkapkan bahwa Pemprov Banten tengah mengevaluasi relevansi program studi (prodi) di tingkat SMK.

Sejumlah jurusan konvensional yang mulai terdisrupsi oleh teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan dikaji ulang untuk digantikan dengan prodi yang lebih adaptif.

“Ada beberapa hal yang akan kita evaluasi, pertama kaitan dengan prodinya. Apakah kita akan mengganti prodinya? Contoh salah satunya akuntansi, administrasi perkantoran, ya itu kan sekarang sudah tergantikan AI dan sebagainya,” jelasnya.

Sebaliknya, SMKN 12 Kota Tangerang dinilai menjadi salah satu contoh pionir sekolah yang adaptif karena langsung membuka dua prodi produktif: Bisnis Digital dan Manajemen Logistik.

“Kita berdekatan dengan bandara, kemudian memang dunia saat ini sedang digitalisasi, dan manajemen logistik ini sangat (dibutuhkan) karena wilayah kita ini wilayah industri. Sehingga diperlukan tenaga-tenaga terampil untuk bisa mengisi lowongan-lowongan seperti itu,” tambah Gubernur.

Perluas Akses Lewat Sekolah Gratis dan Pemerataan Fasilitas

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Camat Ciledug, serta Lurah Paninggilan Utara, Andra menjelaskan, berdirinya SMKN 12 sejak tahun 2025 merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat di wilayah padat penduduk seperti Ciledug, Larangan, dan Karang Tengah yang sebelumnya minim fasilitas SMK negeri.

Meski infrastruktur fisik sekolah baru ini masih dalam tahap perampungan dan baru menampung empat rombongan belajar (rombel), Andra menegaskan koordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang akan terus berjalan untuk memaksimalkan fasilitas belajar yang representatif.

Gubernur juga memastikan, program sekolah gratis tetap berjalan optimal sebagai solusi cepat agar hak pendidikan anak-anak Banten tidak terkendala oleh proses pembangunan fisik yang memakan waktu.

Pemprov Banten juga memperluas jangkauan dengan menambah kuota sebanyak 10.000 untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) tahun ini.

“Target kita adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan tempat pendidikan yang layak, tempat pendidikan berkualitas, sehingga masa depan mereka mendapat kepastian untuk kelanjutan hidup mereka,” pungkasnya.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *