Zulfikar Demokrat

Menelisik Kemelut Bursa Balon Walikota Serang Partai Beringin

0

Balon Walikota Serang partai beringin

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Selalu ada cerita dalam setiap kesempatan, apalagi dalam kepentingan penyelenggaraan Pilkada kendati tarik menarik kepentingan dalam politik kerap disebut lumrah. Terjadi di tubuh DPD II Partai Golkar Kota Serang, politikus Beringin ini tercatat dalam pemberitaan masuk bursa Balon Walikota Serang.

Adalah Subadri Usuludin selain dia bakal calon (Balon) Walikota tetapi mempunyai jabatan juga sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Serang. Merasa terdesak Subadri pun angkat bicara soal pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Serang, Ratu Ria Maryana, beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataanya, Ratu (panggilan Ratu Ria Maryana) meminta kepada Subadri mundur dari Ketua DPRD Kota Serang. Disebabkan dari konsekuensi tidak patuh kepada aturan partai buntut namanya yang masuk dalam Balon Walikota Serang 2018 mendatang.

Subadri menegaskan, saat ini dirinya tengah melakukan ikhtiar politik bukan sebagai Calon Walikota Serang periode 2018-2023.

Menurutnya, selama belum ada ketetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memutuskan dirinya sebagai calon maka semua komunikasi dan rencana politik masih bisa dilakukan.

Ia pun siap mundur dari jabatan ketua DPRD Kota Serang kalau KPU sudah meresmikan dirinya sebagai Balon Walikota Serang.

Sebab kata Subadri beralasan, UU sudah mengamanatkan anggota DPRD yang sudah syah mencalonkan menjadi kepala daerah wajib mengundurkan diri.

“Pemecatan silahkan saja, kan ini baru ikhtiar politik, sekarang mah masih biasa, emang gak boleh komunikasi dengan partai lain kan sah sah saja,” katanya kepada awak media saat ditemui di Ruang kerjanya di Banjar Agung, Cipocok Jaya, Kota Serang beberapa waktu lalu.

Ia juga memberikan alasan mengapa pemanggilan kedua oleh DPD Golkar Kota Serang tidak dia penuhi.

Menurutnya, dirinya sengaja tidak memenuhi panggilan partainya tersebut karena jawabannya pemanggilan pertama dengan kedua tidak ada perubahan yakni akan melanjutkan ikhtiar politik sebagai Balon Walikota Serang periode 2018-2023.

“Dari bahasa ibu Ketua, saya ucapkan terimakasih, cuma silahkan tolong catat serapih rapihnya, jangan nanti ada penafsiran kemana mana. Pertama saya adalah kader Partai Golkar dan yang jelas saya bukan kader karbitan.”

“Kalau tawaran untuk pengunduran diri, maaf sampai bungkuk sariawan saya tidak akan mengundurkan diri dari Golkar. Kecuali Golkar sudah mengusir saya atau tidak menghendaki saya, saya tidak bisa ngomong apa apa, tapi untuk pengunduran diri dan lain lain, engga! Saya kader Golkar,” ujar Subadri menegaskan.

Seperti diketahui, sebelumnya, DPD II Partai Golkar Kota Serang meminta kepada Subadri Usuludin, untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Serang termasuk sebagai kader Golkar.

Permintaan tersebut, sebagai konsekuensi jika Subadri di Pilkada Kota Serang 2018 ini keukeuh mau menjadi Balon Walikota Serang.

“Saya di sini sangat menyayangkan sekali dengan sikap beliau (Subadri Usuludin). Alangkah lebih baiknya kalau beliau memang sudah bulat niatannya, beliau sebaiknya mengundurkan diri (dari Ketua DPRD Kota Serang),” kata Ratu belum lama ini.

Ratu melanjutkan bahwa Subadri merupakan kader Golkar, saat ini dia menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Serang. Meski DPP Golkar sudah menetapkan dengan mengusung Vera Nurlaila Jaman sebagai Balon Walikota Serang.

Namun sayangnya kata Ratu, Subadri tetap menunjukan keseriusannya maju pada pesta demokrasi lima tahunan itu.

Ratu malah mwngajak Subadri suoaya duduk bareng membesarkan Golkar Kota Serang. Tapi ia menjelaskan, hal itu semua kembali diserahkan kepada Subadri.

“Lebih cantiknya beliau balik kanan dan bersama-sama lagi dengan kita membesarkan Golkar Kota Serang,” ajak Ratu. (rhn)

kanal partai gerindra
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Praesent mattis id ipsum nec commodo elit. tempus neque. et, dolor amet,