Pena Merdeka
Tampil Beda Berani Mengupas Tuntas

Semarakan Kegiatan Ramadhan, Karena Kedepan Akan Be Positive

0

Secara resmi Kementrian Agama RI sudah menetapkan bahwa umat muslim di tanah air akan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Banyak pihak mendorong supaya moment satu bulan sekali dalam setahun dapat disemarakan dengan hal positif.

A. Amarullah, Kepala Bidang Dikmen, Dinas Pendidikan Kota Tangerang di hari pertama menjalankan ibadah puasa berharap agar semua kaum mukmin di penjuru dunia diberikan fisik sehat. Sehingga kata Amarullah kita bisa menjalankan ibadah ini secara full time (penuh, red).

Oleh karenanya menurut Amarullah menegaskan bahwa bulan yang hanya terjadi satu tahun sekali itu merupakan ajang untuk pembinaan fisik dan mental.

“Pelajar di Kota Tangerang harus bisa juga mengambil moment ini. Perubahan mental harus diambil dari moment ramadhan sehingga derajat ketaqwaan kita sebagai muslim dapat meningkat,” kata pria yang kerap dipanggil Uwoh ini menjelaskan kepada Pena Merdeka, Senin (6/6).

Pelajar yang mempunyai umur lebih muda bisa menggunakan dan meningkatkan aktifitas ibadah secara kuantitatif maupun kualitatif. Sehingga nanti bakal terbiasa.

“Seperti shalat berjamaah tidak hanya shalat Tarawih saja yang dilaksanakan secara berjamaah. Tapi pelajar atau siswa bisa mengerjakan shalat lima waktu di Masjid secara berjamaah.”

Lebih dari itu jika ditelisik dalam arti luas bisa kita tingkatkan dalam segi belajar jika memang kita masih pelajar. “Buat orang yang sudah dewasa dan mempunyai pekerjaan tetap, harus diingat bahwa profesi merupakan sarana ibadah, kan kita bisa tingkatkan juga profesionalisme kinerja kita,” katanya menjelaskan.

Ada yang lebih penting kata Amarullah, yakni kepedulian sosial kita sebagai mahluk Allah harus ditingkatkkan.

Semarakan bulan Ramadhan ini dengan berbagai kegiatan positif dan religi seperti tadarusan, pesantren kilat, i’tikaf di masjid, diskusi/kajian keislaman serta hal positif lainnya, katanya menuturkan.

“Makanya saya juga berharap agar sekolah juga bisa menciptakan dengan suasana ini dengan menggelar berbagai kegiatan yang murni ke Islaman. Supaya siswa mendapat moment ketekunan di bulan Ramadhan ini,” katanya menyemangatkan.

Ketimbang mereka tidur saja saat puasa lebih baik diisi dengan kegiatan yang positif. “Tapi tidak dilupakan, bahwa kegiatan belajar juga menjadi penting buat siswa.”

Ketertiban dan kesatuan sesama bangsa juga harus dijaga dalam moment kali ini. Orang yang tidak menjalankan ibadah puasa harus menghormati kepada yang menjalankan.

Sebab kata Amarullah bahwa prilaku di bulan Ramadhan merupakan evaluasi dan pembiasaan diri menjalankan hidup positif bukan hanya pada moment bulan Ramadhan saja. Tetapi kedepan dari langkah yang sudah positif saat di bulan Ramadhan, kedepan akan ‘be positive’, pungkasnya menjelaskan. (wahyudi)