Kota Tangerang – Menyambut bulan suci Ramadhan beragam tradisi banyak yang dilaksanakan masyarakat muslim di kota berjuluk Akhlakul Karimah, (Kota Tangerang, red).
Dari tradisi pawai obor hingga ratusan warga melaksanakan keramas massal membersihkan rambut di Sungai Cisadane,
Kegiatan yang sudah menjadi tradisi keramas secara bersama oleh warga Babakan Kota Tangerang dikabarkan memang kerap dilaksanakan dan persis disebelah Musholla Al Itihad.
Pantauan Pena Merdeka di lokasi masyarakat yang turut serta tercatat mulai dari kalangan anak – anak sampai orang dewasa, mereka berbaur mengikuti tradisi keramas massal tersebut, Minggu (05/06).
Linda (54) salahseorang warga Babakan yang ikut dalam acara keramas massal mengaku bahwa kegiatan ini mempunyai makna supaya kita sebagai umat muslim menjelang datangnya Ramadhan harus membersihkan diri.
“Lagi pula acara ini setiap tahun memang sudah dilaksanakan, sudah tradisi,” ujar Linda meyakinkan.
Lebih jauh Linda mengatakan, bahwa acara ini sudah menjadi budaya dari orangtua jaman dahulu, ucapnya
Ditempat sama, Abu Sofyan Lurah Babakan terkait tradisi tahunan diakui ini tidak akan ditinggalkan, bahkan harus tetap dijaga. Makanya kata Lurah pihaknya menghimbau kepada masyarakat sekitar Sungai Cisasane tidak membuang sampah secara sembarangan.
Dan kepada pengusaha yang lokasinya berdekatan dengan sungai harus mentaati peraturan lingkungan jangan membuang limbah ke aliran sungai kebanggaan warga Tangerang ini.
“Warga Kelurahan Babakan dan masyarakat Kota Tangerang khusus nya masih membutuhkan sungai cisadane, kebersihannya tetap harus dijaga supaya acara tradisi tahunan ini tetap berlangsung,” ucapnya.
Di Kecamatan Karawaci Kota Tangerang sekitar dua ribu lebih peserta pawai obor memadati bibir Jalan Berhias Kelurahan Pasar Baru.
Meskipun harus menempuh jarak tidak kurang dari dua kilo meter, peserta tetap semangat menempuh rute perjalanan yang sudah ditunjuk panitia. Dalam kesempatan itu panitia menunjuk sejumlah titik jalan yang harus dilewati, dimulai dari Jalan Berhias, Jalan Otista, Jalan Muhamad Toha hingga kembali berkumpul di titik start awal.
Acara yang dimotori oleh kelompok Remaja Islam Masjid AT-Tasyri (Rismat) Koang jaya dan Remaja Islam Masjid Pasar Baru (Rismaba) selain menghidupkan tradisi syiar Islam juga bertujuan partisipasi dari kelurahan yang ada di Kecamatan Karawaci seperti Kelurahan Gerendeng, Sumur Pacing, Marga Sari dan Pabuaran Tumpeng agar para pemuda bisa menjaga kondusifitas daerahnya sendiri. Peserta pawai obor juga sempat dihibur dengan seni musik Islam Hadroh dan Marawis.
Tokoh pemuda Koang Jaya, Tokoh Masyarakat serta unsur Muspika setempat sepakat bahwa kondusifitas dan Ukhuwah Islamiyah tetap terjaga pada bulan Ramadhan kali ini. Apalagi diharapkan juga dari mereka bahwa kebiasaan tawuran pada saat pasca melaksanakan sholat subuh harus dijaga di wilayah ini.
Lurah Koang Jaya Retno Endaswari merasa bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar terlebih yang menjadi pelopornya adalah remaja masjid Koangjaya, Retno juga berharap agar acara tersebut dapat berjalan dengan baik Dan lancar.
Sementara Camat Karawaci, Kota Tangerang, Kiki Wibawa pemerintah berharap acara kegiatan pawai obor ini dapat menjadi siar ke berkahan bagi masyarakat. Kedepan kata Kiki bukan hanya diikuti enam kelurahan tapi seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Karawaci bisa andil ikut berpartisipasi. (herman/yuyu)







