KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperketat pengawasan pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Langkah tersebut diambil guna memastikan proses seleksi berjalan bersih dari segala bentuk intervensi maupun praktik kecurangan yang kerap menjadi sorotan tahunan.
Komitmen itu ditegaskan Gubernur Banten, Andra Soni saat melakukan peninjauan langsung kesiapan pra-SPMB di sejumlah sekolah di Kota Tangerang, di antaranya SMK Negeri 4 dan SMK Yupentek 1, Selasa (26/5/2026).
“Proses SPMB ini harus dilaksanakan secara fair, dilaksanakan secara terbuka, dan dilaksanakan secara akuntabel,” tegas Andra Soni kepada awak media usai memonitoring.
Andra pun tidak menampik bahwa momentum penerimaan siswa baru selalu diwarnai oleh tekanan dari pihak-pihak tertentu yang ingin memaksakan kepentingan pribadi atau kelompok.
Namun, ia memastikan pemerintah akan berdiri di atas hak seluruh anak Banten untuk mendapatkan akses pendidikan yang adil.
“Kita hari ini bicara adalah hak semua warga Banten, hak semua anak-anak kita yang berhak untuk mendapatkan pendidikan lanjutan di Provinsi Banten,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemprov Banten mengakui adanya tantangan klasik berupa keterbatasan daya tampung fasilitas pendidikan negeri saat ini.
Meski pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) terus dikejar, proses itu membutuhkan waktu. Oleh karena itu, pengawasan ketat di jalur seleksi menjadi harga mati untuk menjaga keadilan.
Kunjungan untuk mematangkan kesiapan SPMB tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten.







