Kepiluan Atlit Panjat Tebing Indonesia: Salsabila Sempat Berlatih Pakai Sepatu Bekas

385

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Meski sempat mengantongi sejumlah prestasi di manca negara, atlit panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Rajiah Salsabila rupanya kurang ditengok Pengda dan pemerintah setempat. Pasalnya untuk mendapat sepatu khusus berlatih climbing saja ia harus bersusah payah.

Diketahui, Salsabila pernah berada diperingkat enam saat mengikuti lomba climbing internasional di Iran, peringkat kedelapan di Rusia, berlatih di Moskow dan Cina, juga pernah mengikuti ajang lomba di Swiss dan Perancis.

Hasanudin Masud (67) ayah beranak empat ini mengatakan, keinginan putrinya untuk menjadi atlit panjat tebing Asian Games sangat keras, maka untuk niat mebuat harum nama Indonesia dikancah iternasional, putri bungsunya itu harus rela membeli sepatu bekas untuk berlatih.

“Dia membeli sepatu khusus memanjat bekas lewat online, karena kalau baru harganya cukup mahal. Saya sebagai orang tuanya merasa sedih, karena melihat Salsabilla merekatkan sepatunya dengan lem kemudian dijepitkan pada kaki meja agar merekat kuat,” terang Hasanudin, Rabu (29/8/2018).

Hasanudin menambahkan, Rajiah Salsabila sempat mendapat tawaran untuk mewakili Jawa Timur dan Subang, Jawa Barat sebagai atlit panjat tebing. Dan sempat terpikir juga ingin pindah kesana, karena disini merasa tidak diperhatikan.

“Ditawarkan untuk menjadi wakil dari sana, di Subang Salsabila ditawarkan gaji yang lumayan luar biasa untuk perbulannya, sedangkan di Jawa Timur ditawarkan menjadi PNS, di sini meminta sepatu saja tidak didengar,” jelasnya.

Mendengar kabar itu, kata Hasanudin, KONI Provinsi Banten menghubungi putrinya untuk menghadap, kemudian saat itu bisa mendapat sepatu baru.

“Di sana Sallsabillah ditanya oleh Ketua KONI, kok mau pindah ke luar Banten. Salsabila menjawab di sini saya butuh sepatu saja tidak diperhatikan,” ungkapnya menirukan cerita putrinya yang pernah mengenyam pendidikan keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang.

Hasanudin melanjutkan, kepindahannya dari wilayah Cibodas Kota Tangerang ke Karang Tengah lantaran supaya jarak tempuh anaknya untuk kuliah dari kediamannya ke Universitas Budi Luhur (UBL) semakin dekat.

“Rumah di Perum Ciledug Indah 2, Karang Tengan ini kami sewa, setahun Rp 15 juta, tujuannya supaya Salsabila dekat dengan kuliahnya.”

“Saya berharap Pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada para atlit. Apalagi yang membuat harum nama Indonesia, khususnya atlit panjat tebing,” tandasnya. (aputra/hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...