Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Sosok Almarhum Pembimbing Tahfid MTQ Berkelas Nasional Asal Tangerang di Mata Orang Terdekat

209

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Selaku pembimbing tahfidz MTQ untuk kalifah Provinsi Banten, almarhum KH Abdurrahman Makmun sejatinya di mata orang-orang terdekat dikenal sebagai sosok disiplin untuk urusan tanggung jawab.

Salah satu kepribadian tegas itu disampaikan langsung Wafda (28) anak pertama almarhum saat disambangi penamerdeka.com dirumah duka, Jalan H Usan Rt 005/003, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

“Bapak orangnya tegas dan sangat disiplin, baik sebagai pembimbing tahfidz, sama keluarga atau kepada murid-murid yang ngaji dirumah. Kalau ada yang mau belajar ngaji, pasti bapak bilang harus kuat kalau ngaji disini. Karena kalau sudah masuk waktu ngaji, pintu pagar langsung dikunci sama bapak. jadi yang telat gak bisa masuk,” ungkap Wafda, Sabtu (6/10/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, KH Abdurrahman Makmun meninggal dunia saat bersama rombongan kontingen Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Banten sesaat setelah dia tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/10/2018).

Ketegasan seorang almarhum disebut Wafda, sebagai wujud rasa sayang kepada keluarga maupun para santrinya. Tetapi sebagai keluarga dan yang disampaikan santri tentunya nanti bakal sangat merindukan sosoknya.

Sebagai contoh, terlihat ketika almarhum sedang pergi menjalankan tugas sebagai pembimbing tahfidz MTQ.

“Kalau lagi ikut MTQ, para santri selalu nanyain kapan bapak pulang. Ya, walaupun bapak sikapnya tegas, cuma ngangenin,” tambahnya.

Hal yang paling diingat dari Almarhum adalah perhatian-perhatian kecil yang diberikan kepada keluarga.

Ia menandaskan, kepergian orang tuanya mengantar kafilah dari Banten untuk mengikuti MTQ 2018 di Sumut, tidak disangka sebagai tugas terakhir yang dijalankan oleh Kyai kelahiran Ujung Pandang 52 tahun lalu.

“Saya tidak mendapat firasat apa-apa, cuma sebelum berangkat wajah bapak keliatan agak kuning, kirain keluarga mah paling bapak cuma kecapean,” tandas Wafda.

Sementara itu, Aditya Hafidz (15) santri yang sudah tujuh tahun menimba ilmu di Yayasan Al- Kautsar menambahkan, selain sebagai pembimbing tahfidz MTQ, ketegasan dan kedisiplinan KH Abdurrahman Makmun disebutnya sebagai wujud tanggung jawab seorang guru supaya muridnya dapat menerima ilmu secara baik.

Kata Aditya menuturkan, Kyai Abdurrahman berpesan kepada muridnya supaya jangan berhenti untuk terus belajar. Harus fokus jangan putus asa kalau menimba ilmu.

“Kyai orangnya bijak, tegas dan disiplin. Pesan Almarhum yang paling saya ingat sampai sekarang adalah jangan melihat orang dari suksesnya, tapi lihat orang dari prosesnya,” pungkas Adit.

Kontingen Provinsi Banten memang sekarang tanpa sosok almarhum KH Makmun. Namun di ajang MTQ tingkat nasional ke XVII di Sumut kali ini harapan untuk mempertahankan sebagai juara umum yang direbut tahun lalu merupakan sebagai kado penghargaan prestasi untuk almarhum. (ari tagor/hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...