Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Mengungkap Misteri Hilangnya Jurnalis Khashoggi, Pejabat Turki: Bisa Jadi Dimutilasi

0 42

ISTANBUL,PenaMerdeka – Misteri hilangnya jurnalis senior asal Arab Saudi Jamal Khashogi mulai dibuka pihak-pihak Turki. Khashoggi dikonfirmasi diduga tewas saat berada di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Dan kemungkinan terbesar menurut otoritas Turki ‘lenyapnya’ Khashoggi diduga lantaran dimutilasi.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Khashoggi awalnya menghilang tanpa jejak setelah memasuki kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Selasa (2/10/2018) lalu.

Saat itu Khashoggi hendak mengurus dokumen pernikahan di kantor Konsulat Arab Saudi yang berada di Istanbul, Turki.

Merespon kejanggalan kematian jurnalis yang kerap melancarkan kritik pedas ini otoritas Turki turun tangan dan melakukan penggeledahan di kantor Konsulat Arab Saudi. Pejabat-pejabat Turki secara terbuka mulai menyatakan bahwa mereka yakin Khashoggi dibunuh di dalam Konsulat Saudi.

“Khashoggi dari awal penilaian kami dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul,” kata pejabat Turki seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/10/2018) lalu.

Seorang pejabat Turki kemudian mengatakan bahwa negaranya punya bukti bahwa Khashoggi ditahan, disiksa, dibunuh dan jasadnya dimutilasi dalam waktu dua jam sejak kedatangannya di Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu.

Dalam beberapa kesempatan, pihak Kerajaan Arab Saudi menyangkal Khashoggi dibunuh di kantor konsulatnya di Istanbul.

Namun lantaran desakan dunia internasional pihak Kerajaan Saudi akhirnya bahwa jurnalis kawakan tersebut tewas di gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Pengakuan itu disampaikan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz pada Jumat (19/10/2018) malam waktu setempat.

Arab Saudi mengklaim Khashoggi tewas setelah terlibat perkelahian. Namun hingga kini pemerintah Saudi tidak menyebut di mana jasad jurnalis kawakan tersebut.

Selama ini jika ditelisik sejak awal, Khashoggi memang kerap memprotes kebijakan putra mahkota kerajaan Saudi yakni Mohammed bin Salman.

Sebelumnya seperti pada Sabtu (20/10/2018) saat wawancara dengan Newsweek Khashoggi seperti dilansir AFP dia menganggap tidak memandang dirinya sebagai ‘oposisi’, tapi hanya menginginkan ‘Arab Saudi yang lebih baik’. Namun demikian ia juga sejak menyatakan sikap seperti itu sudah mengkhawatirkan soal keselamatan dirinya.

“Saya tidak menyerukan penggulingan rezim, karena saya tahu itu tidak mungkin dan terlalu berisiko, dan tidak ada satu orang pun untuk menggulingkan rezim,” ucap Khashoggi kepada Newsweek seperti dilansir AFP. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...