Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Gubernur WH Sebut Pendamping PKH Mitra Pembangunan Pemprov Banten

0 365

BANTEN,PenaMerdeka – Gubernur Banten Wahidin Halim menganggap para pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan mitra pembangunan bagi Pemprov Banten.

“Kalian (pendamping-operator) adalah mitra Pemprov Banten. Dan sekarang mitra gubernur,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) saat bertemu muka dengan tenaga pendamping dan operator PKH se-Tangerang Raya di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (16/11/2018).

Jaman sekarang, menurut mantan Walikota Tangerang dua periode itu, pendekatan sosialisasi program ke masyarakat memang harus berbeda ketimbang jaman dahulu.

“Era modernisasi tidak bisa dihindarkan. Ibu-ibu dan anak-anak kita kerap asik dengan dunia digital. Pendekatan penggunaan program kita juga bisa menggunakan jasa internet,” ucap WH.

Dia mencontohkan, ketika mengajak keluarga setiap pekan untuk menikmati libur kerap tidak harus ke mall. “Saya akui kalau cucu-cucu saya pun sudah tahu pemanfaatan digital di jaman modern ini. Ibu-ibu juga jangan kerap memanjakan keluarga ke mall,” katanya menjelaskan.

Maka artinya, kepada tenaga pendamping selain bisa memberikan arahan program tentang kesehatan, pendidikan dan lainnya tetapi juga dapat mensosialisasikan soal bahaya pemakaian digitalisasi.

WH menandaskan, bahwa Pemprov Banten mengapresiasi apa yang sudah dilakukan tenaga pendamping dan operator yang bekerja untuk kebaikan masyarakat.

Budi Darma Kasi Jamsoskel pada Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten menyebut gubernur sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan para tenaga pendamping PKH.

Kata dia, dalam acara ini ada sebanyak 300 orang yang diundang termasuk dari Anggota, Korcam, Supervisor serta Kordinator di Tangerang Raya.

Program pembinaan ini juga sebagai penguatan bagi tenaga pendamping yang telah menyalurkan fungsi sosial kesehatan dan pendidikan kepada penerima PKH. Lantaran ada sejumlah syarat yang harus dijalankan oleh calon penerima bantuan PKH.

“Sejatinya, penerima bantuan PKH wajib mengimunisasi secara lengkap anaknya, menggerakkan anaknya supaya rajin sekolah, atau lainnya. Kalau tidak mereka tidak mendapat bantuan lagi,” tegas Budi.

DiketahuIi, petugas PKH yang ada sekarang masuk dalam program Kementrian Sosial RI. Sementara penerima bantuan PKH pada tahun 2018 ini ada sebanyak 300 ribu rumah tangga.

“Penyerapan dan penyaluran anggaran tahun 2018 berjalan baik. Yang menerima adalah per-1 rumah tangga saja, dan secara termin dengan jumlah masing-masing Rp 1.890.000 langsung ke rekening masing-masing, kita tinggal memonitoring dan pengawasan saja,” ucap Budi.

Untuk tahun 2019 belum bisa dipastikan apakah ada peningkatan anggaran kepada penerima PKH ataukah tidak. Yang penting tandasnya kepada PKH menjalankan komitmen menggunakan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang sudah diberikan. (abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...