Helmy Halim ads

Seksinya Banten Hingga Kubu Petahana & Prabowo Ngebet Klaim Elektabilitas

0 442

BANTEN,PenaMerdeka – Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 sama-sama mengklaim telah menguasai perolehan elektabilitas pemenangan di Provinsi Banten.

Lantas, seberapa seksinya Banten untuk ke dua calon presiden dan wakil presiden merebut hati masyarakat di provinsi pecahan Jawa Barat tersebut.

Meski beberapa pekan lalu tim relawan Jokowi-Ma’ruf Amin mengaku kalau Provinsi Banten perolehan kubunya masih tertinggal dari Prabowo-Sandi, kemudian sekarang mengaku unggul menyalip pasangan nomor urut 2.

Kini tak lama berselang, Media Survei Indonesia (MSI) pun berdasarkan data dan survei yang dilakukan 14 November 2018 lalu membeberkan kalau Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat poin elektabilitas sebanyak 36,31%.

Artinya pasangan petahana ini telah mengungguli perolehan Prabowo-Sandi yang meraup 34,63% elektabilitas dengan metode survey multistage random menggunakan 800 sampel responden pemegang hak suara di Banten.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, menyebut bahwa kubunya di Banten pada 2014 lalu memang kalah dari pasangan Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.

“Dalam Pilpres 2014, Pak Jokowi kalah di Banten. Perolehan (keunggulan) tipis di Banten menunjukkan bahwa kinerja Pemerintahan Jokowi tentu mulai diapresiasi masyarakat Banten,” kata Ace, Jumat (14/12/2018).

Ace menyebut pemerintahan Jokowi harus diakui memiliki perhatian yang serius untuk pembangunan Provinsi Banten.

Salah satunya, kata Ace, ialah pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang dapat menghubungkan antara Utara ke Selatan Banten sehingga dapat mengatasi ketertinggalan wilayah Selatan Banten yang masih terjadi saat ini.

“Cawapresnya (Ma’ruf Amin) orang Banten serta adanya proyek untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Lesung merupakan program strategis nasional yang dapat meningkatkan pariwisata nasional di Banten,” ujarnya.

Pada Pilpres 2014, empat tahun lalu, sejatinya pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan 3.192.671 suara atau 57,1% Sementara Jokowi-JK kalah dengan perolehan 2.398.631 suara atau 42,% dengan total suara sah 5.591.302 suara.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin pada Kamis (12/12/2018) mengatakan, untuk wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat saat ini pasangan nomor urut 2 itu mengungguli petahana Jokowi-Ma’ruf Amin.

Bahkan dia mengatakan, di sejumlah provinsi di Pulau Jawa menjadi kekuatan pasangan yang didukung Partai Gerindra, PKS, PAN serta Berkarya tersebut.

“Kami menganggap kalau daerah Banten, Jabar dan Jakarta Insya Allah kalau dari hasil survei internal kami itu mengungguli pasangan petahana,” ujar Suhud di Kantor Populi Center, Jalan Letjen S Parman, Kamis (13/12/2018).

Dia lebih jauh beranggapan, hasil survei internal yang dilakukan secara internal bahkan belum memasukan faktor Reuni Akbar 212.

Sementara Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad terkait hal ini merasa tetap yakin Prabowo-Sandi pada akhirnya menang di Banten. Pasalnya, hasil tahun 2014 masih menjadi patokan bahwa Prabowo masih dicintai masyarakat Banten.

“Hasil survei (MSI, red) itu boleh-boleh aja tetapi kita juga punya survei pembanding,” kata Dasco saat dikonfirmasi, Jumat (14/12/2018).

Dasco, menandaskan bahkan yakin Prabowo-Sandi pada akhirnya akan unggul dengan meraup lebih dari 60% suara. (redaksi/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Zulfikar turut berduka
Disarankan
Loading...