Gerindra Ads

Kang Emil Dan Bupati Eka Sepakat Prioritaskan Teaching Factory untuk Warga Lokal Kabupaten Bekasi

0 243

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyatakan, apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang masih banyaknya warga lokal Kabupaten Bekasi yang menjadi pengangguran bakal menjadi catatan tersendiri dan pekerjaan rumah yang sangat penting untuk segera diselesaikan.

Eka mengungkapkan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan jajaran terkait termasuk Provinsi Jawa Barat untuk membuat kebijakan yang nantinya akan memprioritaskan warga lokal untuk dapat bekerja di Industri-Industri yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Akan segera koordinasi dengan provinsi untuk membuat kebijakan yang memprioritaskan warga lokal agar bisa bekerja pada perusahaan yang berada di kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Eka menuturkan akan menerapkan aturan yang mewajibkan industri untuk menerima warga lokal sebanyak 30 persen dari kebutuhan tenaga kerjanya. Selain itu untuk mengurangi pengangguran di daerahnya, Pemkab Bekasi akan menggelar berbagai pelatihan kerja.

“Ada regulasi juga di kita (Pemkab Bekasi), bahwa ada kewajiban bagi pengusaha terkait dengan izin juga nanti untuk berpartisipasi 30 persen bisa menerima tenaga lokal. Kalau memang (tenaga kerja lokal) belum mampu nanti diharapakan bisa dilatih biar mampu,” tukasnya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menyatakan kesedihannya katena banyaknya angka pengangguran di Kabupaten Bekasi, di sisi lain Kabupaten Bekasi merupakan salah satu Kawasan Industri yang terbesar di Asia Tenggara.

“Saya tidak mau dan sedih kalau dengar warga Bekasi sendiri merasa jadi tamu. Yang bekerja banyak dari provinsi lain, kebanyakan warga lokal hanya di level ujung,” kata Emil saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Emil berkomitmen akan memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di industri-industri yang ada di Bekasi. Syaratnya, Emil akan membuat kebijakan agar setiap industri di Bekasi membuat teaching factory dimana para muridnya merupakan warga lokal.

“Kita bikin kebijakan memprioritaskan warga lokal, itu boleh. Kedua, mewajibkan pabrik pabrik itu bikin sekolah namanya teaching factory. Tapi yang menjadi murid di sana warga lokal, lulus di sana skill-nya meningkat, sesuai kebutuhan, sehingga bisa disalurkan,” tutupnya. (Ers)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...