Transaksi Jalan Tol Anjlok 26 Persen Dampak Covid-19

TAHUN 2020

JAKARTA,PenaMerdeka – Transaksi di jalan tol terjadi penurunan harian dengan angka 26,1 persen. Penurunan tersebut tercatat selama 2020 atau tahun pertama dampak covid-19.

Angka itu pula turun dari capaian 2019, yakni 4,6 juta transaksi harian secara nasional.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, angka tersebut pada 2020 pihaknya hanya mencatat rata-rata transaksi sebesar 3,4 juta.

Lanjutnya, penurunan terbesar terjadi pada periode awal pandemi atau selama Maret-Agustus. Pun transaksi membaik di akhir tahun, namun angkanya masih jauh dari normal.

“2019 ada 4,6 juta transaksi per hari, di 2020 rata-ratanya 3,4 juta. Kondisi ini terjadi karena pandemi covid-19, antara Maret hingga Agustus mengalami penurunan,” jelas Danang pada konferensi pers daring pada Jumat (8/1/2021).

Namun, kata Danang pendapatan alias volume transaksi jalan tol tak jatuh sedrastis jumlah transaksi, yakni dari Rp21,02 triliun menjadi Rp19,19 triliun pada 2020. Artinya, penurunan pendapatan hanya sebesar 8,7 persen.

Danang menyebut pendapatan ‘diselamatkan’ oleh kendaaan pengangkut atau logistik yang selama pandemi masih beroperasi normal demi menjaga pasokan makanan masyarakat terpenuhi.

“Memang traffic mengalami penurunan hingga 26 persen, tapi penurunan volume transaksi nggak sebesar itu. Volume transaksi hanya turun sekitar 8,7 persen, ini konsisten karena jumlah kendaraan barang meningkat,” katanya.

Rincinya, kendaraan barang atau truk yang masuk dalam kendaraan golongan II-IV mengalami kenaikan pada 2020.

Pada 2019 ketiga golongan ini mencatatkan porsi sebesar 12,39 persen dari seluruh pengguna jalan tol. Lalu, naik menjadi 13,56 persen pada tahun lalu.

“Memang salah satu tujuan jalan tol adalah akomodasi pelayanan logistik. Kami gembira meski traffic menurun, kendaraan barang gol II hingga IV ini meningkat,” jelasnya. (uki)

Disarankan
Click To Comments