SERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus menggenjot pembangunan dari akar rumput atau dari desa melalui program unggulan, Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah itu disebut untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi masyarakat, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, pembangunan jalan desa melalui Program Bang Andra merupakan salah satu upaya nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.
Program tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan desa sebagai salah satu fokus utama pembangunan nasional.
“Saat ini kita memiliki pemimpin yang fokus membangun dari desa. Ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi,” ucapnya kepada PenaMerdeka, Sabtu (13/6/2026).
PUTUS KESENJANGAN PEMBANGUNAN
Bukan tanpa sebab, menurut Andra selama ini pembangunan di desa masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar.
Tak ayal, kebutuhan pembangunan jalan yang terus meningkat sering kali belum dapat sepenuhnya dipenuhi apabila hanya mengandalkan dana desa.
“Dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, apalagi di wilayah yang dekat dengan pusat keramaian, tentu pembangunan jalan desa menjadi tantangan tersendiri jika hanya mengandalkan dana desa,” katanya.
Berangkat dari kondisi itu, Pemprov Banten menurut Andra Soni menghadirkan Program Bang Andra sebagai intervensi mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
62 RUAS JALAN DAN 1 JEMBATAN SUKSES DIREALISASIKAN
Tercatat pada tahun 2025, Program Bang Andra berhasil direalisasikan dengan penanganan 62 ruas jalan dan 1 jembatan yang tersebar di berbagai daerah.
Penanganan tersebut meliputi 30 ruas dan 1 jembatan di Kabupaten Pandeglang, 17 ruas di Kabupaten Lebak, 8 ruas di Kabupaten Serang, 5 ruas di Kota Serang, dan 2 ruas di Kabupaten Tangerang.
Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 71 kilometer.
Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan jumlah penanganan terbanyak sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah selatan Banten.
Gubernur Andra Soni mengatakan, capaian pembangunan pada tahun 2025 telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebanyak 62 ruas jalan desa berhasil dibangun.
Dengan pembangunan tersebut juga turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas warga.
“Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra, kita perlahan memangkas disparitas ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Fokus utama program ini adalah memperbaiki perekonomian masyarakat di daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas,” ujarnya.
Pembangunan jalan desa juga bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika jalan desa menjadi lebih baik, biaya transportasi masyarakat bisa ditekan, hasil pertanian lebih mudah dipasarkan, dan aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat. Karena itu, pembangunan jalan desa memiliki dampak yang sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
FILOSOFI PEMBANGUNAN: TERUKUR, BERKELANJUTAN, TEPAT SASARAN
Tidak berhenti disitu, komitmen Andra Soni bakal berlanjut pada tahun 2026. Melalui Program Bang Andra, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer.
Penanganan jalan pada tahun 2026 melalui program Bang Andra tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak 11 ruas, Kabupaten Pandeglang 9 ruas, Kabupaten Serang 4 ruas, Kabupaten Tangerang 4 ruas, Kota Serang 4 ruas dan Kota Cilegon 1 ruas.
Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang kembali menjadi wilayah prioritas.
“Di tahun 2026 ini, jangkauan pembangunan ruas jalan desa terus diperluas untuk memastikan pemerataan konektivitas di seluruh pelosok Banten,” paparnya.
Andra Soni menegaskan, Program Bang Andra dirancang sebagai program pembangunan yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, program ini juga diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor pertanian dan UMKM, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
“Filosofi pembangunan adalah keberlanjutan. Kita kerjakan secara bertahap, terukur, dan tepat sasaran. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” imbuhnya.
“Jalan yang terbangun hari ini harus menjadi penghubung bagi tumbuhnya ekonomi, meningkatnya investasi, dan terbukanya kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat desa,” tegasnya.
KOLABORASI SUKSESI PEMBANGUNAN MERATA
Orang nomor satu di Banten itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
Tidak hanya itu, ‘nawaitu’ Andra Soni dalam setiap ruas jalan yang disulap mulus tersebut tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, namun jalan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Membangun Banten tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi semua pihak,” jelasnya.







