KOTA TANGERANG,PenaMerdekaShendy Erista Furi resmi memimpin kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Provinsi Banten melalui musyawarah daerah (Musda) yang berlangsung di salah satu hotel bilangan Kota Tangerang, Selasa (16/6/2026).

Organisasi kemasyarakatan yang mewadahi warga asal Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) tersebut mengklaim bakal berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan kemasyarakatan di Tanah Jawara.

Ketua DPD Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Banten terpilih periode 2026-2031, Shendy Erista Furi menyatakan, momentum tersebut merupakan babak baru bagi eksistensi sayap perempuan TP Sriwijaya di Banten.

“Ini adalah Musda pertama yang kami lakukan di Provinsi Banten. Srikandi TP Sriwijaya merupakan perhimpunan para wanita tangguh, kuat, dan menginspirasi yang berasal dari wilayah Sumbagsel meliputi Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung,” ujarnya usai pelantikan kepada awak media.

Shendy menegaskan, kehadiran organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan instrumen nyata untuk berkarya bagi masyarakat. Pihaknya siap berkolaborasi secara sinergis dengan Pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah daerah di 8 kota dan kabupaten.

​Terkait program kerja ke depan, Shendy mengungkapkan bahwa fokus utama kepengurusannya akan dititikberatkan pada program-program pemberdayaan perempuan.

“Kami ingin setiap program yang lahir dari kepengurusan ini berpihak pada perempuan. Perempuan tidak boleh takut bermimpi untuk menjadi pemimpin dan tidak boleh ragu mengambil peran dalam pembangunan, khususnya di Provinsi Banten,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, DPD Srikandi TP Sriwijaya Banten akan melakukan pemetaan (mapping) internal selama beberapa bulan ke depan. Sembari berjalan, komunikasi intensif dengan jajaran pemerintah daerah akan terus dibuka demi merumuskan program kerja yang tepat sasaran.

Menariknya, kepengurusan ini juga membuka pintu bagi masyarakat lokal Banten yang memiliki ketertarikan pada seni dan budaya Sumbagsel. “Kami sangat terbuka. Bagi wanita-wanita yang mencintai budaya dan seni daerah Sumatra Bagian Selatan, ayo bergabung dan melangkah bersama kami,” ajak Shendy.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya, Nyimas Aliah, turut memberikan arahan strategis. Ia menekankan pentingnya penggunaan terminologi ‘perempuan’ dibanding ‘wanita’ karena memiliki makna filosofis kegigihan yang mendalam.

“Visi dan misi utama kami adalah mewujudkan kesetaraan di semua bidang melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ada tiga hal penting yang kami jalankan, yaitu pencegahan kekerasan/diskriminasi, penanganan kasus, serta advokasi,” jelasnya.

Nyimas juga mengapresiasi karakter kepemimpinan Shendy yang dinilai berani bersuara (speak up). Ia berharap Srikandi TP Sriwijaya Banten dapat menjadi garda terdepan dalam mendampingi perempuan yang menjadi korban ketidakadilan.

“Jangan ada lagi pandangan bias gender yang menyalahkan korban kekerasan. Perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Jika ada kasus (ketidakadilan) di Banten, suarakan! Korban harus dibela dan dilindungi,” tegasnya.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *