KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Perebutan kursi Ketua DPRD Kota Tangerang, Banten pascameninggalnya almarhum Rusdi Alam bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan belaka. Proses suksesi itu menuntut DPD Partai Golkar menanggalkan kepentingan faksi demi melahirkan pimpinan legislatif yang benar-benar disegani.
Di bawah komando Sachrudin, partai Beringin kini diuji objektivitasnya menentukan penerus legacy almarhum Rusdi Alam. Pertaruhan itu menjadi ujian krusial bagi partai agar mampu lepas dari jebakan politicking internal serta belenggu praktik like or dislike.
Saat ini, dua nama kader senior—Wawan Setiawan dan Kosasih—mencuat kuat di bursa calon. Namun di saat yang sama, desakan publik agar Golkar tidak asal menunjuk figur kian kencang bertiup dari berbagai kalangan.
Aktivis Kota Tangerang, Saipul Basri alias Marsel menilai penunjukan Ketua DPRD definitif kudu segera dipercepat agar roda legislatif tidak mengambang. Bukan tanpa sebab, posisi pucuk pimpinan dewan mengantongi peran vital ‘mengketok palu’ kebijakan strategis, terutama pembahasan anggaran daerah.
“Pucuk pimpinan di legislatif sangat krusial dalam mengambil keputusan, terutama terkait pembahasan anggaran. Apalagi ini sudah memasuki pertengahan tahun, jangan sampai pembangunan Kota Tangerang terhambat,” tegasnya, Senin (3/8/2026).
Ujian Berat Meneruskan Legacy Suksesor Rusdi Alam
Mengisi kekosongan yang ditinggalkan almarhum Rusdi Alam diakui bukan perkara gampang. Semasa hidupnya, almarhum dikenal memiliki ‘magnet politik’ yang kuat—piawai mengorganisasi dan merangkul berbagai elemen, mulai dari aktivis, akademisi, ulama, birokrat, hingga politisi lintas fraksi.
Oleh karena itu, Golkar dituntut tidak hanya mencari sosok yang populer di internal, tetapi juga figur yang memiliki keluwesan komunikasi dan diterima oleh publik luas.
“Kita mengapresiasi dedikasi almarhum yang luar biasa. Nah, ini yang kemudian menjadi PR besar Partai Golkar. Golkar harus mampu mencari sosok dan figur pengganti yang karakternya sepadan dengan almarhum,” ujarnya.
Isu Dapur Internal: Dorongan Regenerasi & Menimbang Dua Kader Senior
Di tengah hangatnya bursa pimpinan, Marsel juga menyentil dinamika internal Golkar. Ia menilai Golkar perlu melahirkan kader-kader potensial baru dan tidak melulu bergantung pada figur-figur lama.
Regenerasi dinilai penting agar partai beringin tidak terkesan krisis kepemimpinan di tengah derasnya arus dinamika politik Kota Tangerang.
Kendati demikian, untuk menahkodai DPRD saat ini, Marsel mengakui bahwa Golkar masih memiliki dua ‘kartu AS’ yang siap diterjunkan:
• Kosasih: Figur senior yang dinilai kenyang pengalaman di parlemen dan pernah menjabat sebagai pimpinan DPRD Kota Tangerang. Modal sosial dan rekam jejaknya dianggap menjadi poin plus untuk menjaga stabilitas politik.
• Wawan Setiawan: Kader potensial yang dikenal loyal, tegas, dan berpenampilan supel. Wawan dinilai memiliki visi yang bagus serta lincah membangun komunikasi ke berbagai lini masyarakat.
“Artinya, potensi kedua nama ini mesti menjadi catatan dan perhatian khusus Pak Sachrudin dalam memilih Ketua DPRD definitif,” tambahnya.
Meskipun keputusan akhir berada sepenuhnya di tangan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, Marsel mengingatkan agar pertimbangan yang diambil benar-benar berbasis pada kapasitas dan kebutuhan daerah, bukan didasari ‘intrik politik sempit’.
Ia menegaskan, kesalahan dalam menentukan figur pimpinan parlemen kedepan bakal berdampak langsung pada kualitas kebijakan publik, baik di eksekutif maupun legislatif.
“Tentu hak prerogatif Pak Sachrudin memilih kader terbaiknya. Namun, jangan sampai salah mencari figur Ketua DPRD definitif hanya karena persoalan like or dislike, kepentingan pribadi, ataupun kelompok. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya.







