Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Gonjang-ganjing Status RSUD Tangsel, Pengamat: Warga Jadi Punya Opsi Pilih Paslon Bela Rakyat

PEMKOT TANGSEL DIMINTA BANGUN PROYEK SKALA PRIORITAS

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sejak proses pemeriksaan tes kesehatan bakal pasangan calon (Paslon) Pilkada Tangsel dilaksanakan di RSUD Kabupaten Tangerang, pemberitaan perihal status RSUD Kota Tangsel menjadi sorotan publik.

Saipul Basri pegiat pengawasan kebijakan publik mengatakan, meski pemkot sedang membangun dua rumah sakit tipe C di wilayah Tangsel sebagai syarat otomatis RSUD Kota Tangsel berstatus B, tetapi dinilainya lamban.

Menurut pria yang kerap disapa Marcel, dengan APBD sekitar Rp4 triliun, Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie sebagai pucuk pimpinan di Tangsel sudah bisa membangun dua rumah sakit pendukung itu lebih cepat.

Pasalnya, agar RSUD Kota Tangsel, Jalan Padjajaran, Pamulang yang beroperasi saat ini sudah bisa mengantongi taraf tipe B.

Kendati begitu dia mencatat, sejak program kesehatan berjalan di Kota Tangsel, sudah mengundang masalah. Dari proyek pembangunan puskesmas atau hingga pengadaan alat kesehatan.

“Bukan rahasia lagi banyak ditemukan dugaan tindak pidana korupsi. Contohnya kasus pengadaan alkes di puskesmas Tangsel pada APBD-Perubahan 2012 yang merugikan negara senilai Rp14,5 miliar sedang dalam proses hukum,” kata Marcel.

Lalu eks RSUD Ida Lidia divonis hukuman penjara 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun) atas korupsi pengadaan jasa keamanan di Dinas Kesehatan yang merugikan negara Rp 1,1 miliar tahun anggaran 2013.

Img 20200911 101003
Potret RSUD Kota Tangsel Jl. Pajajaran, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

 

Artinya juga sejumlah pejabat di Dinkes Tangsel yang tersandung kasus korupsi untuk program kesehatan sudah menjadi bukti kenapa progres peningkatan status RSUD Kota Tangsel tersendat.

“Kita gak usah statmen panjang lebar, APBD besar tapi tidak dimaksimalkan. Malah ada sejumlah temuan kasus korupsi,” tukasnya.

Airin dan Benyamin Davnie memang dalam menentukan kebijakan belum bisa menerjemahkan prioritas kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dia mengklaim sudah mempunyai data dugaan penyelewengan anggaran lain. Hanya saja dalam kasus ini pihaknya melihat ada fakta kalau sekelas Tangsel sedang menggelar hajatan pilkada tetapi ironis tidak mempunyai fasilitas RSUD yang bertaraf tipe B.

“Ada program pembangunan yang tidak tepat sasaran. Misalkan proyek Menara Pandang yang sudah terbangun terkesan tidak mempunyai fungsi,” ujarnya.

“Proyek menara pandang tahap pertama pada 2017 menelan anggaran Rp9,8 miliar. Lalu dilanjutkan pembangunan tahap ke-2 pada tahun 2018 dengan anggaran berkontak sebesar Rp17,7 miliar. Tetapi fungsinya hingga sekarang belum terlihat,” tegas Marcel.

Dalam proyek itu pemkot tidak bisa melihat situasi yang paling penting. Mesti konsen kepada pembenahan pelayanan kesehatan.

Jika dibangun untuk kebutuhan pemenuhan standar alkes di RSUD Kota Tangsel dan pembangunan dua rumah sakit penunjang pasti sudah bisa terealisasi.

“Kebutuhan pelayanan harus lebih penting dong. Jangan proyek yang tidak ada urgensinya yang didahulukan. Sebab jangan sampai masyarakat terganggu mendapat pelayanan kesehatannya,” tukas Marcel.

Persoalan ini akhirnya memang menjadi bahan gunjingan politik menjelang pilkada. Menjadi catatan masyarakat untuk bisa memilih kepala daerah yang konsen terhadap hak pelayanan kesehatan.

“Ini jadi gorengan politik pilkada. Tetapi terlepas itu masyarakat jadi punya opsi kualitas pemimpin yang harus dicoblos saat di TPS nanti. Gampang saja kan ada tiga paslon, warga bisa jadi akan memilih bukan petahana,” pungkasnya.

DINKES: RSUD TANGSEL BERPROSES KE B

Sementara kata Deden Deni Plt Kadinkes Kota Tangsel memastikan bila status RSUD Kota Tangsel sedang berproses menuju tipe B.

Saat ini proses pembangunan di dua rumah sakit sedang dilaksanakan. Ketika proyek itu rampung maka proses akreditasi RSUD yang sedang berjalan akan langsung berproses.

“Sebetulnya kalau dilihat hari ini sudah tipe B dari sarananya, fasilitasnya. Karena meski berjenjang, RSU dan Puskesma enggak boleh langsung merujuk tipe B harus ke tipe C. Nanti mungkin kalau Rumah Sakit Pakulonan sama Pondok Betung jadi tipe C, baru nanti dinaikin tipe B gitu,” pungkasnya dikutip tribunnews. (sg/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...