SERANG,PenaMerdeka – Gubernur Banten, Andra Soni gerak cepat merespons aduan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banten bernama Atilah, yang mengaku disekap dan tertahan selama 2 tahun 7 bulan di Riyadh, Arab Saudi.

Andra Soni menegaskan, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas kementerian untuk menindaklanjuti nasib pekerja migran yang saat ini dilaporkan sedang sakit parah tersebut.

Sudah kita tindak lanjuti, koordinasi dengan Kementerian P2MI (Pelindungan Pekerja Migran Indonesia),” ujar Andra Soni saat melalui pesan singkat WhatsApp, kepada PenaMerdeka.com, Selasa (21/7/2026).

Gubernur Andra Soni memastikan dirinya memantau langsung perkembangan kasus ini dan terus meminta laporan berkala dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Banten demi memastikan langkah penyelamatan serta kepulangan Atilah ke Tanah Air.

“Saya update terus dengan Kadisnaker,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, lini masa media sosial beredar dengan video Atilah yang menangis tersedu-sedu memohon bantuan langsung kepada Gubernur Banten.

Dalam video tersebut, Atilah mengaku tidak diizinkan pulang oleh majikannya, hak gajinya belum dibayar penuh, dan tengah menderita penyakit kelenjar di Riyadh, Arab Saudi.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *