BBPOM Serang Ungkap 12 Perkara Obat dan Makanan Ilegal

SERANG,PenaMerdeka – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Serang selama tahun 2019 telah melaksanakan pengawasan di sarana produksi maupun distribusi, pengambilan serta pengujian sampel.

Hal itupun dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap masyarakat Banten dari peredaran produk obat dan makanan ilegal.

Kepala BPOM Serang Sukriadi Darma mengatakan, bahwa dalam penindakan terhadap pelanggaran tindak pidana di bidang obat dan makanan, pihaknya telah berhasil mengungkap kejahatan sebanyak 12 perkara dan telah menetapkan sebanyak 12 orang tersangka. Kedua belas tersangka itu yakni ARs Alias Jangkung, SFR alias FIR, JCK alias JEK, HDR, SLM, PJI, YTT alias TAO, HDR, DRS, ARS dan SYM.

Kemudian, lanjut dia, dari kegiatan penindakan tersebut telah berhasil diamankan sebanyak 306 item produk obat dan makanan ilegal yang terdiri dari 540.187 pcs dengan nilai ekonomi sebesar Rp 4.120.892.250.

“Jadi modus operandi yang kejahatan obat dan makanan masih didominasi dari penjualan produk ilegal, khususnya kosmetik yang dilakukn nelalui media daring (online),” ungkapnya saat press Release, dikantor BPOM Serang, Senin (30/12/2019).

Selain itu, kata Sukriadi, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap 226 sarana produksi dan 820 sarana distribusi obat dan makanan di wilayah administrasi Provinsi Banten. Pengamanan terhadap produk obat dan makanan, kata dia, Tanpa Izin Edar (TIE) sebanyak 18.638 item produk dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 281.836.150.(Dua ratus delapan puluh satu juta delapan ratus tiga puluh enam ribu seratus lima puluh rupiah).

Ia menambahakan, dalam hal dukungan terhadap UMKM dan Pelaku Usaha. BBPOM di Serang memberikan pelayanan perizinan terhadap 125 pelaku usaha berupa rekomendasi perizinan untuk mendapatkan nomor izin edar.

“Selain itu, BBPOM di Serang telah melakukan pengujian sampel produk obat dan makanan sebanyak 1.388 sampel yang terdiri dari produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan serta pangan, sesuai dengan parameter uji kritis,” ujarnya.

Sukriadi menjelaskan, BBPOM di Serang telah melakukan kegiatan upaya pemberdayaan masyatakat berupa penyuluhan terkait obat dan makanan sebanyak 54 kali melalui penyebaran informasi yang melibatkan tokoh masyarakat. “Kita melakukan upaya melalui talkshow melalui media elektronik. iklan layanan masyarakat serta keikutsertaan dalam pameran. Dan juga BBPOM Serang juga telah melakukan intervenci melalui program Gerakan Keamanan Pangan Desa di 80 desa se Provinsi Banten,” jelasnya.

Dikatakan Sukriadi, selanjutnya BBPOM di Serang terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat Provinsi Banten dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan. dengan meningkatkan kerja sama Iintas sektor dengan semua pemangku kepentingan termasuk meningkatkan peran serta masyarakat sebagai konsumen cerdas dengan selaIu Cek KLIK.

“Pastikan kemasan dalam kondisi baik. Baca informasi pada Label, memiliki izin Edar dan juga tidak melebihi masa Kedaluwarsa,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyakat untuk berhati-hati dan waspada dalam melakukan pembelian produk Kosmetik secara online.

“Pastikan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di Badan POM dan selalu ingat Cek KLIK. Bila ada keraguan masyarakat dapat menghubungi ULPK Balai Besar POM di Serang di Hotline 081315422211 serta hubungi Halo BPOM 1500533,” tutupnya.

Diketahui, Adapun pasal yang dilanggar adalah Pasal 136, Pasal 140 dan Pasal 142 UU RI No.18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman maksimal adalah 5 tahun penjara dan denda maksmal 10 milyar rupiah serta Pasal 196 dan 197 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman maksimal adalah 15 tahun penjara dan denda maksimal 1,5 milyar rupiah. (Aden)

Disarankan
Click To Comments