Kebocoran di Masjid Al Azhom Kota Tangerang Persoalan Lama? PKB: Pemkot Lalai

PKB DORONG APBD-P UNTUK PERBAIKAN AL AZHOM

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – DPRD Fraksi PKB Kota Tangerang tidak mentoleransi atas bocornya atap kubah Masjid Al Azhom. Pasalnya, selain tempat jamaah menunaikan ibadah, masjid al azhom merupakan ikon Kota Tangerang.

“PKB sebagai partai Islam harus mengakomodir persoalan umat,” kata Tasril Jamal Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Tangerang dihubungi penamerdeka.com, Selasa (24/5/2022).

Dia mengaku akan memanggil pihak dinas terkait untuk segera memperbaiki kebocoran di Masjid Al Azhom. Seharusnya ini tidak bisa terjadi karena rumah ibadah harus dipelihara dan anggarannya didorong agar terealisasi jika ada kerusakan.

“Terus terang PKB prihatin, mempertanyakan kenapa Pemkot Tangerang abaikan ini. Kita minta Dinas Perkim memperbaikinya. Kami akan koordinasi dan panggil dinasnya,” tegas Tasril Jamal.

Anggota Komisi IV ini juga mengatakan, jika dinas terkait saat ini tidak mengantongi dana APBD untuk perbaikan lantaran anggaran tahun 2022 sudah terserap kebutuhan lain. Dia meminta anggaran pemeliharaan bisa dilakukan pada APBD perubahan atau dana operasional lainnya.

“Tetapi fraksi PKB Kota Tangerang akan mengusulkan anggaran perbaikan pada ABT. Sebab, sebagai partai berbasis Islam PKB akan marah kalau tidak direalisasikan,” tegas Tasril.

img 20220519 wa0013
Titik bocor di Masjid Al Azhom Kota Tangerang, Banten.

Sepertinya ini persoalan lama tetapi tidak diperhatikan dan dianggarkan. Dia mengaku karena berada di badan anggaran sekaligus anggota komisi IV meminta segera direalisasikan.

“Ini persoalan lama, pemkot seharusnya jangan membiarkan. Atau bawahannya yang lalai sehingga persoalan ini dibiarkan meskipun sudah lama,” pungkas Tasril.

Sebelumnya, rumah ibadah terbesar dan ikonik kebanggaan umat muslim Kota Tangerang yang diresmikan pada Februari 2003 ini dari pantauan penamerdeka.com sempat terjadi ceceran air di sejumlah titik masjid saat hujan pada Kamis, (19/5/2022) malam.

Ada beberapa titik yang diberikan penanda oleh petugas agar jamaah tidak terpelset lantaran lantai dalam area Masjid Al Azhom licin basah.

Beruntung, saat itu jamaah yang datang untuk menunaikan ibadah sholat isya tidak terlalu banyak. Adanya penanda pelarangan ke area basah juga membantu jamaah. Sehingga jamaah masjid melintasi area yang kering menghindari agar tidak jatuh terpeleset.

“Sayang sekali masjid ini (Al Azhom) sepertinya jadi tidak terawat. Khawatir saja jamaah bisa jatuh karena terpeleset di lantai. Bahaya itu mas,” kata Kusuma salah seorang jamaah asli warga Tangerang. (red)

Disarankan
Click To Comments