KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Aksi warga mengepung sebuah mobil Toyota Fortuner di kawasan Puri Beta, Kota Tangerang, Banten viral di media sosial. Si pengemudi yang menjadi sasaran amukan massa, ternyata pelaku narkoba yang sempat kabur dari sergapan polisi.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari menyebutkan, bahwa pengemudi Fortuner tersebut bukan pelaku tabrak lari maupun maling mobil, melainkan pelaku narkoba.
“Bahwa telah terjadi penangkapan diduga pelaku narkoba yang pada saat dilakukan penggerebekan, salah satu diduga tersangka melarikan diri ke wilayah Ciledug (Puri Beta 2),” ucapnya dalam keterangan, Minggu (14/6/2026).
Jauhari, menjelaskan duduk perkara mobil Fortuner yang berakhir dikepung massa tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 12 Juni 2026 kemarin.
“Awal mula kejadian anggota Satnarkoba Polres Jakarta Selatan pimpinan Ipda Erwin Manatar Sirait melakukan penangkapan narkoba 4 orang pelaku narkoba TKP di Jalan Al Mubarok II Blok T 2 RT.02 / 08 Kel Joglo Kembangan Jakarta Barat,” katanya.
Saat penyergapan tersebut, salah satu pelaku yang berada di mobil Fortuner bernopol B-2432-VBE melarikan diri menggumakan mobilnya.
“Anggota Satnarkoba Polres Jakarta Selatan sejumlah 5 melakukan pengejaran dari TKP penangkapan,” katanya.
Dalam pengejaran itu, pelaku sempat menabrak beberapa kendaraan. Mobil Fortuner akhirnya berhenti setelah menabrak trotoar.
“Sampai pelaku berhenti dikarenakan menabrak trotoar di Jalan Puri Beta 2, yang sebelumnya juga menabrak beberapa pengendara motor lainnya,” imbuh dia.
Warga yang turut mengejar pelaku kemudian mengepungnya. Dan, ending-nya habis menjadi bulan-bulanan warga yang awalnya geram dugaan tabrak lari tersebut.
“Massa yang mengetahui hal tersebut memecahkan kaca mobil dan memukuli pelaku,” katanya.
Dalam kejadian tersebut, pelaku dikeroyok massa. Pelaku dievakuasi ke Rumah Sakit Sari Asih, Tangerang, untuk pengobatan medis.
“Petugas Polsek Ciledug bersama dengan petugas ambulan membawa diduga pelaku ke RS Sari Asih untuk dilakukan pengobatan medis,” imbuhnya.







