BANTEN,PenaMerdeka – Partai berlambang Ka’bah PPP di Banten dikabarkan membuka peluang generasi muda untuk berkiprah dan mendukung perjuangan politik menyambut pesta demokrasi 2024. 

Sebab, pemilih segmen milenial dan ‘generasi z’ (gen z) di Banten disebut berjumlah signifikan. Sehingga potensial untuk digaet menjadi aset kemenangan partai yang kerap.disebut sebagai warisan ulama tersebut. 

Bahkan untuk menarik simpati kaum muda, sejumlah politisi milenial dan generasi z yang tergabung di PPP sudah terdaftar di KPU tingkat kota dan kabupaten serta Provinsi Banten  sebagai calon wakil rakyat yang bakal bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 nanti.

H Achmad Fauzi Sekretaris DPW PPP Banten menyebutkan, kaum muda saat ini semakin bergairah untuk menjadi wakil rakyat dari gerbong PPP. 

Dan suara kaum muda atau generasi z merupakan pangsa pasar yang harus digali untuk perolehan suara partai. Diakuinya generasi milenial serta z sangat dominan dan melek terhadap era digital. 

Maka itu H Achmad Fauzi mengintruksikan agar seluruh kader PPP dan caleg yang sudah terdaftar harus bisa mengimbangi selera kaum muda. Mereka bisa terinformasikan melalui jaringan media sosial (medsos).

“Bagaimana kita bisa mainnya (gandeng generasi z, red). Ada peran kita supaya mendapatkan suara dari mereka yang hampir menguasai suara sekitar 60%. Sedangkan 40% suara dari kelompok usia lain,” kata pria yang kerap dipanggil H Rully ini saat acara pembekalan tingkat caleg DPRI, DPRD Provinsi Banten dan DPRD Kota Tangerang, Minggu (8/10/2023) sore di Hotel Horison, Kebon Nanas, Tangerang.

Kata Anggota DPRD Provinsi Banten ini juga menegaskan, caleg harus bisa memetakan semua unsur pemenangan dengan basis data. 

Peta basis suara lawan bahkan kawan harus terintegrasi dengan sistem data. Sehingga proses pemenangan berlangsung tertib, kondusif dan terukur tidak bentrok dengan caleg di internal dan partai lain.

Dia menambahkan, penguasaan soal materi DPT di wilayah masing masing caleg sangat penting. Bukan tanpa pasal kata H Rully, nantinya bakal terukur perihal berapa jumlah simpatisan yang bekerja untuk mendulang suara saat Pileg nanti. 

img 20231011 085323 134
Sekretaris Wilayah PPP Banten, H Achmad Fauzi. (hisyam/penamerdeka.com)

“Selain itu soal figur, dan kondisi budaya sosial masyarakat setempat harus diperhitungkan. Karena setiap wilayan beda beda kan budaya sosialnya. Supaya pendekatannya artinya bisa disesuaikan. Harus dilihat dari budaya wilayah ini,” ungkap H Rully.

Dia berharap agar caleg senior PPP juga dalam Pileg 2024 mendatang menjadi figur yang bisa mendulang dukungan suara dari segmen kaum muda. 

“Insya Allah PPP akan meraih suara signifikan saat pemilu 2024. PPP bukan diisi para sepuh (bapak-bapak) saja tetapi bagaimana bisa mengakomodir aspirasi kaum muda,” pungkas H Rully.

SEKILAS SEGMEN PEMILIH DAN KECENDERUNGANNYA

Seperti diketahui, dalam sejumlah literasi disebutkan bahwa generasi Z merupakan kelompok yang lahir dalam rentang tahun 1997 sampai dengan tahun 2012, saat ini usia mereka berkisar antara 11 hingga 26 tahun.

Sementara secara karakteristik Generasi Z kerap disebut individu yang lebih terbuka terhadap isu sosial dan lingkungan. Multikulturalisme, serta terbilang cukup mahir soal kemajuan teknologi.

Sementara Gen X dalam literasi lain disebut lahir dari tahun 1965 – 1980, saat ini berusia antara 43 – 58 tahun. Sementara untuk kelompok milenial tercatat lahir pada tahun 1981 – 1996. Dan pada generasi ini telah berusia sekitar 27 sampai 42 tahun. 

Dari sejumlah generasi yang disebut menurut penelitian mempunyai beragam kebutuhan. Tinggal strategi para calon wakil rakyat menerapkan secara tepat untuk menarik suaranya agar tidak bimbang. 

Pemilik suara mengambang atau swing votters mempunyai kecenderungan skeptis terhadap partai dan wakil rakyat. Bahkan melekat menjadi golongan putih alias golput saat Pemilu.

Kaum muda juga terkadang belum menentukan dan berbeda atau bisa beralih dukungan. Bimbang tidak menentukan dari awal kepada partai dari pemilu ke pemilu karena pengaruh sosok atau seorang figur partai politik. 

SIASAT PPP KOTA TANGERANG TAMBAH KURSI DEWAN

img 20231011 085255
Ketua DPC PPP Kota Tangerang, Riyanto. (hisyam/PenaMerdeka.com)

Menurut Riyanto Ketua DPC PPP Kota Tangerang, pihaknya mengklaim bahwa caleg yang terdaftar tidak sedikit terdapat caleg milenial. Meskipun PPP disebut terbuka dan mengakomodir kader dan caleg untuk semua lintas generasi.

“Kami membuka diri, adanya calon wakil rakyat dan kaderdari kalangan milenial atau generasi z dari sejumlah profesi. Makanya diharapkan dari usia yang seumuran mereka (caleg) bisa menggaet suara segmen kaum muda saat Pileg nanti,” ucap Riyanto.  

Sejumlah Caleg PPP Kota Tangerang kata Dia telah melakukan upaya untuk menarik minat partisipasi politik generasi milenial dan z. 

Meskipun para caleg harus bergerak mengakomodir semua potensi segmen masyarakat. Pasalnya, dari lintas generasi mengantongi sejumlah aspirasi yang beragam. Semuanya tidak sama dan hal ini bisa ditampung sesuai dengan selera dan kebutuhannya. 

“Isunya (setiap segmen) pasti berbeda beda, kebutuhannya juga berbeda beda. Ada yang kritis minta peluang kerja, infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan bahkan ada yang hobi seni dan olahraga. Nah ini harus ditangkap dan disalurkan dengan program. Jadi bisa dibungkus dengan edukasi juga,” tukas Rianto.  

Dia mengaku DPC PPP Kota Tangerang merekrut sejumlah politisi milenial dan gen z pada kontestasi pemilu 14 Februari 2024. 

Di lima (5) daerah pemilihan (Dapil) di Kota Tangerang ditempatkan generasi muda menjadi caleg untuk menggaet suara milenial dan z. Pihaknya juga berharap agar hampir 60% suara kaum muda di Kota Tangerang bisa diambil dari lima puluh (50) caleg PPP yang sudah terdaftar di KPU. 

“Caleg caleg muda potensial dari semua Dapil sudah terdaftar. Dan Caleg senior juga Insya Allah akan menambah daya gedor punya strategi jitu mengambil suara kaum muda sehingga target tujuh (7) kursi bisa direalisasi,” ungkap Riyanto. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *