IKN,PenaMerdeka – Presiden RI, Joko Widodo mengonfirmasi telah menelepon Menteri Luar Negeri, Retno L. P. Marsudi untuk membahas proses pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Lebanon pascaserangan Israel.

“Saya sudah telepon ke Bu Menlu (soal proses pemulangan WNI), itu juga dalam proses,” kata Jokowi usai acara Groundbreaking Delonix Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu, (25/9/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengungkapkan, mengutuk keras terhadap serangan Israel ke Lebanon. Ia mengajak semua negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan respons cepat atas peristiwa ini.

“Agar tidak semakin banyak korban lagi yang terjadi atas serangan-serangan Israel,” tuturnya.

Serangan terbaru Israel menewaskan Ibrahim Kobeissi, seorang komandan tinggi unit roket dan rudal Hizbullah. Juru bicara militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan di Beirut tersebut menargetkan Kobeissi yang berada di sebuah gedung bersama setidaknya dua komandan lainnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha menyampaikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut telah meningkatkan status menjadi Siaga 1 untuk seluruh Lebanon sejak Agustus 2024.

Sebelumnya, status Siaga 1 hanya berlaku untuk wilayah Lebanon selatan sejak Oktober 2023. Saat ini, jumlah WNI di Lebanon tercatat sebanyak 159 orang.

Sejak penetapan status Siaga 1, Kementerian Luar Negeri dan KBRI Beirut telah memfasilitasi evakuasi 25 WNI dari Lebanon. Namun, mayoritas WNI memilih untuk tetap tinggal di Lebanon karena alasan pribadi, termasuk mahasiswa dan mereka yang menikah dengan warga setempat.

“Kemlu dan KBRI kembali menyampaikan imbauan agar para WNI meningkatkan kewaspadaan, menjauhi lokasi-lokasi rawan, dan membatasi bepergian non-esensial. Bagi WNI yang memiliki rencana bepergian ke Lebanon, Iran, Israel, dan Palestina agar menunda perjalanan hingga situasi aman,” jelas Judha kepada wartawan. (rur)

Loading...