JAKARTA,PenaMerdeka – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyebutkan, sudah mengevakuasi sebanyak 40 warga negara Indonesia (WNI) dari Lebanon. Namun, 166 lainnya memilih bertahan ditengah situasi di Timur Tengah membara.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan, puluhan WNI yang telah dievakuasi sudah tiba melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten. Termasuk satu warga negara asing (WNA).

“WNI yang dievakuasi itu terdiri dari 26 laki-laki dan 15 perempuan. Semuanya dalam kondisi sehat,” ucapnya melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa (8/10/2024).

Judha menyebutkan, mereka yang telah dievakuasi berasal dari beberapa daerah. Seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.

“Selanjutnya mereka akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga/instansi,” katanya.

“Namun saat ini masih terdapat 116 WNI yang masih menetap di Lebanon dan mayoritas memilih untuk tetap tinggal di Lebanon,” sambungnya.

Judha juga mengimbau agar para WNI yang masih berada di Lebanon meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, membatasi pergerakan dan hanya dilakukan saat ada keperluan esensial serta mengikuti arahan evakuasi dari KBRI Beirut.

Selain itu, dia mengimbau para WNI menunda perjalanan ke wilayah Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina dan Yaman hingga situasi aman.

Dalam beberapa pekan terakhir, Israel menggempur secara membabi buta ke Lebanon. Mereka juga meluncurkan invasi ke negara itu yang disebut operasi darat lintas batas.

Hizbullah tak tinggal diam. Mereka balas meluncurkan rudal dan proyektil ke area kumpul pasukan Zionis. Pertempuran sengit pun pecah.

Di tengah pertempuran itu, Israel sedang bersiap membalas serangan usai Iran meluncurkan ratusan rudal pada pekan lalu. Jika saling serang itu berlanjut, sejumlah pihak khawatir eskalasi meningkat di Timur Tengah. (rur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *