JAKARTA,PenaMerdeka – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia membidik peluang ekspor beras seiring kenaikan harga beras dunia. Peluang itu didukung surplus produksi nasional, cadangan beras pemerintah (CBP) yang melimpah, serta stabilitas harga beras di dalam negeri.
“Indonesia akan mengambil celah saat harga beras dunia naik. Indonesia pasti akan mengambil celah ke sana karena ada beberapa negara minta impor. Sementara negosiasi,” ucapnya, dikutip Jum’at (17/7/2026).
Berdasarkan data Trading Economics, harga beras dunia pada perdagangan 15 Juli 2026 tercatat sebesar USD13,75 per kuintal. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi 23 Juni 2026 yang berada di level USD12,48 per kuintal.
Harga beras global juga naik sekitar 2,21 persen, sekaligus mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan.
Menurut Amran, tren kenaikan harga internasional membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor di tengah meningkatnya permintaan dari sejumlah negara.
Amran menjelaskan kondisi pasar beras nasional tetap stabil meski harga dunia meningkat. Stabilitas tersebut didukung oleh meningkatnya produksi dalam negeri serta ketersediaan stok beras yang mencukupi.
Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,3 juta ton. Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan semakin kuatnya ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjajaki peluang ekspor tanpa mengganggu kebutuhan dalam negeri.
Amran mengungkapkan sejumlah negara telah menyampaikan minat mengimpor beras dari Indonesia. Saat ini, pemerintah masih melakukan penjajakan dan negosiasi sebelum merealisasikan ekspor. Negara yang telah menyampaikan permintaan antara lain Malaysia dan Singapura.
Pemerintah, lanjut Amran, tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan pangan nasional sebelum memanfaatkan peluang ekspor.
Selain menjaga swasembada beras, pemerintah juga mempercepat program hilirisasi pada sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat daya saing produk pertanian nasional.
“Arahan Bapak Presiden tingkatkan produksi, pertahankan swasembada, kemudian lakukan hilirisasi pada sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan,” imbuhnya.
Menurut dia, peningkatan produksi menjadi fondasi utama untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang memperluas pasar ekspor ketika kondisi pasar global mendukung.







