KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – PPMSE Plaza Banten menjalin sinergi dengan melakukan kunjungan ke Pasar Lembang Baru, Ciledug untuk menggaungkan pengembangan konsep pasar tradisional modern yang bersih, tertata, dan produktif, Selasa (27/1/2026).
Hal tersebut dalam rangka penguatan unit usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada tahap konsolidasi dan pembentukan fondasi organisasi.
Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi PPMSE Plaza Banten, Endang Saputra mengatakan, kolaborasi itu juga bertujuan mendorong pedagang pasar dan pelaku UMKM agar tidak hanya berjualan secara luring (offline) di lapak pasar.
Namun, lanjutnya memanfaatkan kanal penjualan daring (online) melalui PPMSE Plaza Banten. Dengan demikian, aktivitas ekonomi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Bukan tanpa sebab, Endang menyatakan, Plaza Banten memiliki peran sebagai mitra pendamping bagi pedagang dan pelaku UMKM dalam mendongkrak perputaran ekonomi di wilayahnya semakik cuan.
“Melalui Pusat Edukasi dan Coaching Klinik PPMSE Plaza Banten, kami melakukan pendampingan agar pedagang mampu memanfaatkan sistem belanja digital. Pendampingan ini bertujuan memperkuat kapasitas usaha tanpa menghilangkan karakter pasar rakyat,” jelasnya.
Sinergi antara PPMSE Plaza Banten, pengelola Pasar Lembang Baru, Pemerintah Kota Tangerang, serta Pemerintah Provinsi Banten juga mencakup penataan badan jalan yang selama ini digunakan oleh pedagang kaki lima (PKL).
Langkah tersebut dilakukan agar ketertiban ruang publik tetap terjaga seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pasar Lembang Baru, Zigo, menyampaikan, penataan dan penertiban pasar merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pemerintah dalam menciptakan tata kelola pasar yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Penataan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan usaha yang tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” ujar Zigo saat ditemui di Pasar Lembang Baru.
Ia menjelaskan, Pasar Lembang Baru diarahkan menjadi pasar rakyat yang lebih tertata dan produktif. Proses penataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak agar perubahan dapat berjalan secara kondusif.
Zigo menambahkan, pihaknya juga secara aktif merangkul tokoh masyarakat, ketua wilayah, serta elemen LSM setempat guna mendukung terciptanya ekosistem pasar yang aman dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan dialog langsung antara pengelola Plaza Banten, pengelola pasar, dan unsur masyarakat untuk menyamakan persepsi terkait penataan pasar serta pendampingan pedagang.
Kunjungan itu menjadi langkah awal memastikan program pasar tradisional modern dijalankan secara kolaboratif, inklusif, dan sesuai dengan kondisi sosial setempat, sehingga proses penataan dapat diterima oleh pedagang maupun masyarakat sekitar.
Untuk itu Zigo berharap, Pasar Lembang Baru dapat menjadi wajah baru kawasan Ciledug, khususnya dalam penataan ruang dan penguatan ekosistem ekonomi masyarakat yang terkonsep dan ikonik.







