JAKARTA,PenaMerdeka – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan, pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 bakal terbagi dalam dua gelombang puncak arus mudik.

Hal itu dikatakannya dalam update pelaksanaan Program Prioritas Presiden serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) kepada awak media di Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 143,9 juta orang diprediksi bakal melakukan perjalanan dengan tujuan utama Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat dalam momentum Idulfitri 1447 H.

“Sesuai dengan yang telah disimulasikan oleh Kementerian Perhubungan dihadapkan pada statistik lebaran-lebaran sebelumnya, diperkirakan puncak arus mudik itu akan jatuh di tanggal 14 dan 15 Maret, kemudian puncak mudik kedua di tanggal 18 dan 19 Maret,” ujarnya.

AHY merinci, pembagian gelombang tersebut juga terjadi pada masa kepulangan, yang mana gelombang pertama diprediksi jatuh pada 24-25 Maret, disusul gelombang kedua pada 28 dan 29 Maret 2026. 

Untuk mengantisipasi kemacetan ekstrem di antara dua titik puncak tersebut, pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA).

“Itu mengapa di tengah-tengahnya kita mengurai dengan cara memperlakukan work from anywhere. Intinya kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif, mengurangi kemacetan yang ekstrem,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *