JAKARTA,PenaMerdeka – Anggota Wantimpres Rocky Gerung mengungkapkan, posisi Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis, sehingga para anggota diharapkan mampu melihat dampak suatu kebijakan sekaligus memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan agar selaras dengan visi Presiden.

Rocky menyebutkan, Wantimpres tidak semata-mata merespons persoalan konkret sehari-hari. Menurutnya, dibutuhkan proses kontemplasi dan evaluasi untuk melihat berbagai persoalan secara lebih luas, termasuk dalam membaca masa depan bangsa.

“Semacam oversight committee, dalam perusahaan namanya oversight committee. Tapi karena ini perusahaan publik, maka keahlian diperlukan, ketajaman naluri harus diandalkan, dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri,” ucapnya.

Ia menekankan, tugas Wantimpres bukan mengkritik kebijakan pemerintah. Justru, fungsi utama dewan tersebut adalah memberikan pertimbangan secara kritis kepada Presiden yang mana sikap kritis diperlukan karena setiap kebijakan pemerintah bisa menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky.

Rocky menjelaskan, setiap kebijakan pemerintah dapat menimbulkan konsekuensi dan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, Wantimpres perlu melihat persoalan secara lebih mendalam sebelum memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Menurut dia, proses tersebut membutuhkan kepekaan etis dan kemampuan anggota Wantimpres membaca berbagai persoalan yang muncul dari sebuah kebijakan.

Pertimbangan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan bagi Presiden dalam mengambil keputusan. Rocky menggambarkan mekanisme itu melalui tahapan mengingat, menimbang, dan memutuskan, sementara kewenangan menetapkan keputusan tetap berada pada Presiden.

“Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan, penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” ujarnya.

Dengan demikian, Rocky menempatkan Wantimpres bukan sebagai lembaga yang mengambil keputusan pemerintahan, melainkan sebagai ruang untuk menguji dan mempertimbangkan arah kebijakan sebelum keputusan ditetapkan.

Namun, Rocky Gerung menyatakan sikap dan pandangannya akan tetap sama kritis meskipun kini sudah menjadi Wantimpres. “Ya kan cuma pindah, saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *