KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang memastikan pasokan dan harga bahan pangan strategis di wilayah Kota Tangerang, Banten berada dalam kondisi aman serta relatif stabil hingga akhir tahun.

Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun menyatakan, hasil pemantauan berkala di pasar-pasar tradisional menunjukkan ketersediaan komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, stok pangan mencukupi dan harga relatif stabil. Untuk menjaga kestabilan ini, kami terus menggelar bazar murah serta memaksimalkan layanan keliling Bang Sama (Bento Pangan Sahabat Masyarakat) yang mendistribusikan beras murah langsung ke pemukiman,” ujarnya saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (27/10/2026).

Muhdorun menjelaskan, Kota Tangerang sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah akibat keterbatasan lahan pertanian lokal.

Saat ini lanjutnya, luas lahan sawah di Kota Tangerang hanya tersisa 88 hektare dengan kapasitas produksi sekitar 700 ton beras per tahun, sementara total kebutuhan mencapai 188 ribu ton per tahun.

“Karena ketergantungan pasokan dari luar daerah cukup tinggi, fokus utama kami ada pada pengendalian dan pengawasan rantai distribusi. Kami memastikan pasokan masuk dengan lancar dan tidak ada praktik penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” tegasnya.

Ia menambahkan, keterjangkauan pasokan nasional juga mendukung kelancaran program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasional Bang Sama di lapangan tanpa kendala pasokan.

Selain menjaga stabilitas harga dan stok, DKP Kota Tangerang tengah gencar mengampanyekan diversifikasi konsumsi pangan lokal. Langkah itu diambil untuk menyeimbangkan pola konsumsi masyarakat yang masih didominasi beras.

Data DKP mencatat, tingkat konsumsi beras warga Kota Tangerang mencapai 72 kg per kapita per tahun. Angka ini berbanding jauh dengan tingkat konsumsi sumber karbohidrat alternatif seperti umbi-umbian yang baru mencapai 3,19 kg per kapita per tahun.

“Kami mengedukasi masyarakat untuk mulai mengonsumsi pangan lokal non-beras. Diversifikasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi petani lokal untuk berkembang sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian sektor pertanian di Kota Tangerang,” imbuhnya.

Penulis: HisyamEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *