HGN ads Bekasi

Dari Banten Travel Mart 2017, Pemprov Gali Keelokan Wisata Tanjung Lesung

0 257

BANTEN,PenaMerdeka – Pagelaran Banten Travel Mart 2017 indikator keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk memajukan kawasan wisata khususnya keelokan surga pantai di ujung pulau Jawa Tanjung Lesung.

Acara yang digagas Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Banten ini dihadiri anggota ASITA dari 34 provinsi, pengusaha, travel agent, tour operator, hotel dan pengelola objek wisata berlangsung di Tanjung Lesung Beach Resort dari 19 hingga 21 April 2017.

Dalam event Banten Travel Mart ini hadir 30 perusahaan sebagai seller yang merupakan pelaku wisata di wilayah Banten dan 120 orang buyer yang berasal dari luar Banten di seluruh Indonesia seperti Jawa Barat, DKI Jakarta dan provinsi lainnya serta luar negeri seperti Malaysia.

Gelaran banten travel mart 2017
Keelokan Tanjung Lesung surga pantai diujung pulau Jawa, Banten. (© Banten TravelMart 2017)

Dalam kegiatan ini, seluruh seller dan buyer akan dipertemukan pada hari ke-2 pada rangkaian acara yang berlangsung dengan agenda menjual potensi wisata Banten dengan cara mempromosikan pada pihak buyer.

TANJUNG LESUNG 10 DESTINASI WISATA NASIONAL

Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, Banten travel mart harus senantiasa mendukung perkembangan potensial wisata di setiap daerah Banten serta terus meningkatkan kualitas pelayanan untuk kemajuan pariwisata.

Sejak ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai 10 destinasi prioritas pemerintah, diharapkan dengan digelarnya Travel Mart bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di pada tahun ini.

“Event ini tak lepas dari dari kegiatan bisnis meeting “table top” yaitu tempat bertemu nya seller dan buyer para pelaku wisata dengan tujuan peningkatan Pariwisata Banten baik kunjungannya maupun Potensinya,” ujar Eneng pada pembukaan Travel Mart 2017 di Tanjung Lesung, Rabu (19/4/2017) lalu.

Banten Travel Mart akan menjadi kegiatan tahunan. Kita ingin provinsi ini tidak hanya dikenal karena keindahan wisata alamnya, ternyata wilayah ini juga dikenal dengan wisata budaya dan religinya, karena Banten memiliki kearifan lokal budaya dan religi yang kuat.
Sebagai kawasan Ekonomi Khusus, Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pemerintah menurut Eneng menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.

Maka itu Pungkas Eneng event yang kali pertama digelar ini diharapkan menjadi strategi yang tepat untuk pengembangan wisata Banten. Seluruh undangan yang datang, nantinya akan memberikan masukan terhadap strategi Dispar Banten dalam rangka pengembngan wisata.

BUYERS MALAYSIA BERBURU WISATA SEJARAH BANTEN

Di saat yang lain lebih banyak fokus ke Tanjung Lesung, buyers Malaysia justru berburu paket wisata sejarah Banten.

Alias Saad, dari Kola Global Holidays & Tours dari Malaysia mengaku masyarakat Malaysia mendapatkan pendidikan formal terkait sejarah tanah Melayu sedari pendidikan dasar, termasuk sejarah Indonesia. Sehingga, ada minat khusus untuk mengunjungi langsung apa yang dipelajarinya.

“Kita itu dapat pelajaran sejarah-sejarah Indonesia sejak jaman kerajaan. Kita tahu sejarahnya kerajaan Majapahit, Mataram, Sriwijaya dan lainnya. Di Banten banyak juga, sehingga kita ingin mengajak wisatawan yang tertarik sejarah melihat langsung peninhgalannya,” ungkap Alias.

PIC Destinasi Tanjung Lesung Ida Irawati mengatakan, ketertarikan buyers Malaysia melirik wisata sejarah lantaran ikatan emosional sejarah antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Banten.

“Mereka tertarik dengan sejarah Banten,” jelasnya, setelah mengikuti acara Banten Travel Mart (20/4/2017) lalu di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang. (advertorial)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE