Lantaran Kecewa Konsumen Apartemen Loftvilles City Tangsel Ngadu ke BPSK

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Konsumen Apartemen Loftvilles City yang berada di bilangan serua Kota Tangsel meminta pihak manajemen supaya segera membangun proses pembangunan gedung yang telah lama molor. Mereka meminta pertanggung jawaban pihak pengembang.

Pasalnya sejak awal tahun 2015 lalu apartemen yang dijanjikan hingga kini belum juga terbangun kendati pihak properti sudah melakukan pemasaran. Tak ayal pihak konsumen merasa dibohongi oleh manajemen pemasaran.

Sri Naikowati, salah seorang konsumen apartemen Loftviles City menyatakan kekecewaannya atas persoalan tersebut. Melalui kuasa hukumnya Hardiyanto untuk mengadukan perkara ini terhadap pihak Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Jadi ibu Sri Naikowati merasa tidak diperlakukan sebagai konsumen yang baik. Padahal semuanya sudah sesuai kesepakatan yang telah dijanjikan,” kata Hardiyanto, Jumat (4/8/2017) kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari informasi yang diterimanya bahwa pada tahun 2015, klien dari konsumen apartemen bertemu dan melakukan kesepakatan jual beli apartemen dengan pihak marketing Loftvilles City dengan kesepakatan DP sekitar Rp 17.000.000.

“Informasinya sekitar tahun 2015 ditawarkan apartemen tanpa booking fee sebesar Rp 17.000.000, dan ketika terjadi kesepakatan, maka pihak Loftvilles memberikan dua buah bukti pembayaran dimana tertulis keterangan Rp 15.000.000 angsuran dan booking fee sebesar Rp 2.000.000 pada tanggal (24/2/2016) lalu,” paparnya.

Ia menambahkan, dengan terjadinya hal demikian konsumen apartemen merasa dibohongi dan menginginkan haknya dikembalikan oleh pihak apartement Loftvilles.

“Dengan memasukan uang Rp 17 juta sebagai angsuran Rp 15 juta dan Rp 2 juta booking fee, dianggap nggak sesuai kesepakatan, juga diharapkan bisa kembali,” katanya.

Adapun Kaprie, Ketua Majelis Hakim BPSK Tangsel menyatakan, berdasarkan pengaduan yang diterima pihak apartement Loftvilles dapat diduga melanggar Pasal 7 bab 3, UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Dimana pihak produsen belum beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya, dan kurang memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan kepada konsumen apartemen Lovtfilies City,” tandasnya.(yoyo)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan