JAKARTA,PenaMerdeka – Nilai tukar rupiah dibuka mengawali perdagangan pada Senin (5/5/2026) pagi hari ini berada di level Rp17.334 per dolar AS.

Mata uang Garuda menguat 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yuan China naik tipis, peso Filipina menguat 0,12 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,29 persen.

Namun, dolar Singapura melemah 0,02 persen, yen Jepang turun 0,03 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,29 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.

Sementara itu, mata uang utama negara maju cenderung bervariasi terhadap dolar AS.

Euro Eropa naik 0,04 persen, poundsterling Inggris menguat 0,01 persen, dan dolar Australia menguat 0,07 persen.

Sementara, dolar Kanada melemah 0,07 persen, sedangkan franc Swiss menguat 0,10 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong kepada CNNIndonesia mengatakan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terbatas terhadap dolar AS.

“Rupiah berpotensi menguat merespons pernyataan Trump yang akan ‘membebaskan’ kapal-kapal di Selat Hormuz sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global dan menekan harga minyak,” ujarnya.

“Dolar AS sendiri melemah selama akhir pekan oleh data manufaktur yang di bawah harapan serta intervensi yen terhadap dolar AS,” sambungnya.

Di samping itu, Lukman juga mengingatkan penguatan rupiah berpotensi terbatas lataran pelaku pasar masih menanti rilis sejumlah data ekonomi domestik hari ini, termasuk perdagangan dan inflasi.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.250 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *