LPA Banten Desak Polisi Investigasi Pekerja Anak Korban Kebakaran Pabrik

by 2017-10-29 0 comments

investigasi pekerja anak pabrik

BANTEN,PenaMerdeka – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten atas peristiwa kebakaran gudang pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses, Kamis (26/10) lalu di Jalan Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang meminta pihak terkait segera melakukan investigasi pekerja anak.

Uut Lutfi, Ketua LPA Provinsi Banten kepada PenaMerdeka.com menyatakan turut berbelasungkawa atas terjadinya bencana industri tersebut.

“LPA Provinsi Banten menyatakan turut berbelasungkawa, namun ada sejumlah persoalan yang melibatkan anak-anak yang harus diungkap. Maka perlu dilakukan investigasi pekerja anak di pabrik itu,” ucap Uut, Sabtu (28/10/2017).

Lutfi meminta agar polisi menyelidiki atau melakukan penelusuran soal adanya pekerja anak di bawah umur. Sebab Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jelas melarang anak usia 13-15 tahun bekerja karena bisa menghambat perkembangan dan kesehatan fisik, mental, serta sosial.

Baca juga:  Menuju Pola Sehat, GERMAS Banten : Praktiknya Dimulai dari Diri Sendiri

Terkait dengan investigasi pekerja anak karena kami berkaca dari Undang-undang pekerjaan. Ini memang tidak diperbolehkan karena sudah diatur dalam ketentuan pekerja.

”Seharusnya berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian disebutkan bahwa untuk jenis pekerjaan tertentu, perusahaan harus mempekerjakan karyawan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang tentu tidak dapat dipenuhi ketika yang bekerja masih anak-anak,” ucapnya.

Perihal keterlibatan anak-anak yang bekerja di pabrik tersebut kata Uut terkuak saat Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat mengunjungi lokasi ledakan gudang petasan, pada Kamis (26/10) lalu.

Investigasi pekerja anak dilakukan ntuk melihat peran Dinas Perijinan Pemda Kabupaten Tangerang dalam hal Ijin usaha, dan Dinas Tenaga Kerja yang perlu ada pengawasan terhadap pekerja anak.

Pemkab Tangerang perlu lebih ketat lagi terhadap perusahan perusahan yang memperkerjakan anak-anak dan harus bertindak tegas untuk menutup ijin usaha apabila terbukti melanggaran perundang undangan yang berlaku.

Baca juga:  Ulama dan Pemkab Tangerang Giat Bangun Ahlak Masyarakat

Selain itu LPA Provinsi Banten terkait upaya mendesak dilakukan investigasi pekerja anak kepada pihak terkait disebutkan sudah berkoordinasi dengan pihak LPA Kabupaten Tangerang, Ibu Dewi Sundari untuk melakukan advokasi terkait keterlibatan anak-anak dalam peristiwa bencana industri ini.

Dalam peristiwa itu jumlah korban tewas sampai saat ini tercatat sebanyak 47 orang, 10 orang belum diketemukan diantara reruntuhan bangunan yang terbakar, 46 orang luka-luka, 40% sampai 80% luka bakar dan dirawat di berbagai Rumah Sakit. (fred)

.

kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.