Pena Merdeka
Tampil Beda Berani Mengupas Tuntas

Tak Dijamah Program Kotaku, Warga Selapajang Protes ke Pemkot Tangerang

0

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Disebut masuk dalam kawasan zona merah wilayah pembebasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, warga Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang mengklaim tak pernah merasakan program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Pasalnya, kata Iso Sunaryo (45), salah seorang pengurus LPM di Kelurahan Selapajang Jaya menerangkan, program bedah rumah, jambanisasi dan jalan lingkungan dari Pemkot Tangerang melalui Badan Keswadayaan Maskarakat (BKM) tak pernah dirasakan warga di RW 05, Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari.

“Saya sudah mengajukan prgram kampung terang mas, namun hingga kini belum ada realisasi, terkadang masyarakat menyalahkan kita karena di anggap kita tidak pernah mengajukan kegiatan pembangunan yang masuk dalam program Kotaku,” ujar Sunaryo, Selasa (28/11/2017).

Ia menambahkan, soal keengganan Pemkot Tangerang melakukan pembenahan di wilayah RW 05 Kelurahan Selapajang Jaya kata Sunaryo lantaran wilayah itu masuk dalam data pembebasan lahan Angkasa Pura atau disebut masuk area zona merah.

“Kabar itu sudah disampaikan sejak 2001. Sekarang sudah 2017, berarti sudah 16 tahun mandek. Sampai saat ini rencana tersebut belum terealisasi,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut membuat warga merasa diperlakukan tidak adil. Soal program Kotaku, ia meminta Pemkot kendati RW 05 masuk area zona merah supaya memperlakukan hak sama seperti wilayah lain.

Ia mengklaim sejak dari tahun 2013 sudah lama mengajukan kegiatan pembangunan untuk wilayahnya. Namun sekarang ini dari sekian banyak yang diajukan, hanya dari program Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) saja yang sudah berjalan.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk melihat wilayah yang kini masuk area zona merah, agar bisa mengetahui kondisinya saat ini.

“Menurut saya jika masih ada jalan-jalan yang becek dan terlihat kumuh, kondisi begini sangat tidak pantas ada di Kota Tangerang. Pemkot tidak adil dalam menggelontorkan program Kotaku,” tandasnya. (yuyu)