KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana dengan meresmikan dan memperkuat sistem kendali terpadu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Command Center dan Pos Komando dan Pengendalian (Posdalop) yang lebih canggih.
Asisten Daerah (Asda) I Pemkot Tangerang, Deni Koswara menegaskan, bahwa kehadiran Command Center BPBD akan meningkatkan responsivitas layanan kepada masyarakat, terutama dalam penanggulangan bencana banjir.
“Dengan berdirinya Command Center BPBD Kota Tangerang, kita bisa lebih responsif lagi dalam melayani masyarakat. Kita bisa mengetahui kondisi yang akan terjadi sebelum bencana, misalnya banjir,” ujarnya kepada awak media, Senin (20/10/2025).
Deni menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan BPBD berkoordinasi langsung dengan pihak pengelola Bendung Katulampa dan Batu Belah.
Informasi status siaga di lokasi hulu akan memberikan perkiraan waktu kedatangan air ke Kota Tangerang, memungkinkan penyampaian peringatan dini (early warning) kepada masyarakat dalam waktu yang lebih akurat, antara tiga hingga empat jam sebelumnya.
Deni Koswara menambahkan, Pemkot Tangerang berjanji akan memfasilitasi BPBD secara maksimal untuk meningkatkan layanan publik. Layanan ini tidak hanya mencakup pemadam kebakaran, tetapi juga penanganan banjir dan kedaruratan lainnya.
“Sangat perlu ditingkatkan. Ke depan kita bisa lebih lagi, sehingga dengan Posdalop itu bisa merekam kejadian-kejadian di wilayah dan juga kita bisa sekaligus melaporkan ke pusat,” katanya.
Deni menekankan pentingnya integrasi data dengan pemerintah pusat agar respons penanganan dapat lebih cepat dan terpadu.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengungkapkan, bahwa pengembangan yang dilakukan saat ini berfokus pada sistem bernama City Emergency Response System (CRS).
Menurutnya, BPBD menangani banyak kegiatan tanggap darurat maupun non-kedaruratan, sehingga dibutuhkan ruang dan sistem khusus untuk menyerap, menindaklanjuti, dan menyelesaikan keluhan masyarakat.
“Dengan adanya penambahan Posdalop dan Command Center, petugas di lapangan menjadi lebih yakin dalam bertindak. Laporan ke depan akan lebih detail serta valid berkat bantuan dari teman-teman yang ada di Command Center,” jelas Mahdiar.
Katanya, Command Center ini berfungsi sebagai pusat informasi terpadu yang mencakup visualisasi tinggi muka air di titik-titik rawan banjir, pemantauan tim lapangan, pengekembangan cuaca, peringatan dini gempa, dashboard dan CRS terkoneksi laporan masyarakat.
“Pembentukan sistem ini sejalan dengan tema Bulan Pengurangan Risiko Bencana, yakni pentingnya kesiapsiagaan. Yang diharapkan lebih baik termonitor dan terperinci serta memastikan tidak ada keluhan masyarakat yang terlewat karena di cek secara real time,” jelasnya.
“Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen kuat untuk terus memperbaiki dan mempersiapkan sarana prasarana serta program terkait kesiapsiagaan bencana. Ketahanan masyarakat juga dianggap sebagai hal yang cukup penting dalam konteks kesiapsiagaan bencana,” pungkasnya. (Hisyam)






