JAKARTA,PenaMerdeka – Pihak Bank Indonesia terkait adanya pelemahan rupiah menyatakan lantaran faktor risiko eksternal yang muncul juga karena adanya dinamika global.
Pelamahan itu kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo karena dinamika global di Amerika Serikat (AS). Efeknya melemahkan semua mata uang terutama di Negara berkembang.
“Pelemahan rupiah disebabkan karena dinamika global di AS, bukan hanya di Indonesia. bahkan ke Negara lain (menyebar ke semua mata uang emerging (negara-negara berkembang),” kata Dody, Jumat (20/4/2018).
Tetapi Dody juga menyebutkan,sejumlah faktor internal atau dalam negeri yang harus diperhatikan antara lain membesarnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2018 ketimbang 2017 lalu.
Kondisi tersebut disebabkan meningkatnya impor bahan baku dan barang modal. Dody menyebut, melebarnya defisit transaksi berjalan tersebut merupakan konsekuensi ekonomi yang bergerak.
Selain itu, pelemahan rupiah karena ada pula risiko intlasi kemungkinan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan.
“Tapi rencana pemerintah tidak menaikkan (harga) BBM bersubsidi juga menjadi salah satu poin menjaga daya beli,” tutur Dody.
Menurut dia, bank sentral akan terus menjaga agar sasaran inflasi tetap tercapai. Bank sentral memproyeksikan inflasi berada pada level 3,5 plus minus 1 persen pada tahun ini.
“Maka kami yakin tidak ada risiko inflasi menjadi sesuatu yang signifikan atau serius,” ujar Dody.
Untuk menjaga agar nilai tukar rupiah tak mudah terombang-ambing dengan kondisi eksternal, Dody menyatakan bank sentral terus mengupayakan pendalaman pasar keuangan.
Ada upaya yang dilakukan supaya pelemahan rupiah tidak berlangsung secara terus menerus. Transaksi berjalan pun terus diarahkan untuk surplus, baik dalam transaksi barang atau jasa.
“Kemudian adanya local currency settlement. Ini adalah inisiatif yang akan terus kami jalankan,” ucap dia.
Hari ini nilai tukar rupiah mengalami pelemahan cukup dalam terhadap dollar AS. Data Bloomberg menunjukkan rupiah di pasar spot ditutup pada posisi Rp 13.893 per dollar AS, melemah 108 poin atau 0,78 persen dibandingkan kemarin.
Terkait pelemahan rupiah itu Bank Indonesia menjamin tidak akan bergerak fluktuatif dengan hebat dalam jangka pendek maupun panjang. (deden/dbs)







