Usulan Jokowi Menunjuk Karnavian Kata Pengamat Indikasi Independen Kepentingan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Tito Karnavian merupakan nama yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon Kepala Kepolisian RI (Kapolri). Menyusul lantaran Jenderal Badrodin Haiti yang memasuki usia pensiun pada 24 Juli mendatang.

Sejumlah pihak menganggap terkait usulan nama calon Kapolri yang diusulkan Presiden tersebut menunjukan posisi Jokowi semakin memiliki daulat politik.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai pengajuan Tito menjadi Kapolri menunjukkan bahwa Presiden Jokowi semakin berdaulat secara politik. Presiden Jokowi semakin menunjukkan kekuasaannya sendiri.

“Secara politik, Presiden Jokowi menunjukkan kekuasaan sendiri dengan mengajukan Tito Karnavian sebagai calon kapolri tunggal. Padahal, Kompolnas kan tidak menyerahkan nama Tito. Jokowi memilih orang di luar yang diusulkan Kompolnas, tetapi secara rekam jejak bagus, memiliki prestasi dan kemampuan yang diakui oleh berbagai pihak,” ujar Djayadi di Jakarta, Kamis (16/6).

Tito adalah seorang polisi yang memiliki intelektualitas dan sudah menunjukkan prestasi. Dia dianggap berhasil selama menjadi Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Presiden Jokowi juga, kata dia sudah mendapatkan dukungan kuat, tidak terpengaruh oleh kekuatan politik mana pun.

“Keputusannya memilih Tito memang tidak menyenangkan berbagai pihak, tetapi Jokowi sudah berhitung terkait kekuatan politiknya. Respons parpol juga kelihatannya tidak ada yang kontra dengan putusan Presiden Jokowi,” tandas Djayadi.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat politik Yunarto Wijaya. Menurut dia, pola penunjukkan Tito menekankan aspek revolusi mental di mana Presiden Jokowi benar-benar memilih orang terbaik di kepolisian, tanpa tersandera oleh ukuran senioritas, kepentingan kelompok tertentu dan kekuatan politik.

“Presiden benar-benar menggunakan prerogatifnya, untuk memilih polisi yang memiliki rekam jejak yang baik dan berprestasi sehingga dia memilih Tito sebagai Kapolri. Jokowi telah berkuasa secara penuh dan tidak dipengaruhi oleh kekuatan politik mana pun,” ujar Yunarto. (aceng)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan