Indonesia Sabet 1 Emas dan 4 Perak dalam Olimpiade Fisika Internasional di Zurich

Indonesia berhasil meraih satu emas dan empat perak dalam ajang Olimpiade Fisika Internasional. Dalam kesempatan even yang berlabel International Physics Olimpiade” (IPhO) berlangsung selama sepekan sejak tanggal 10 higga 17 Juli 2016 di Zurich, Swiss.

Tim Indonesia yang terdiri dari Michael Gilbert (medali emas), Edwin Aldrian Santoso (medali perak), Kevin Limanta (medali perak), Hugo Herdianto (medali perak), dan Raymond Ho (medali perak). Olimpiade tingkat dunia yang di ikuti 87 negara ini, bagi Tim Indonesia Negara sebagai pesaing terberat dalam perhelatan tersebut adalah Tiongkok.

Lomba tersebut dilakukan dalam dua gelombang yakni fisika eksperimen dan fisika teori.

Masing-masing berlangsung selama lima jam dan keduanya diselenggarakan di Kampus Irchel, Universitas Zurich.

Untuk soal tahun ini, topiknya merata yang terdiri dari konduktivitas listrik dua dimensi dan transisi fase dan ketidakstabilan material nonlinear untuk fisika eksperimen. Sementara untuk fisika teori terdiri dari topik mekanika, elektronika dan fisika modern. Tim Indonesia tersebut dipimpin oleh Syamsu Rosid (Universitas Indonesia) dan Kamsul Abraha (Universitas Gadjah Mada).

“Pencapain prestasi saat ini memang meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan perak,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hamid Muhammad, saat menyambut kedatangan tim Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten, (18/07), seperti dilansir antara.

“Kami akan terus menerus melakukan perbaikan, agar prestasi tim Indonesia akan semakin baik.”

Hamid mengaku bangga dengan prestasi anak-anak bangsa tersebut dan menyiapkan beasiswa hingga S3 untuk peraih medali emas, S2 untuk meraih nilai perak dan S1 untuk meraih perunggu.

Sementara itu, peraih medali emas Michael Gilbert, mengaku senang bisa ikut serta dalam kejuaraan dunia tersebut.

“Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi saya, ikut kejuaraan tingkat dunia dan bisa jalan-jalan ke luar negeri, latihan yang intens dan dukungan orang tua menjadi kunci suksesnya,” kata Gilbert siswa kelas X berasal dari SMAK BPK Penabur Cirebon

“Tahun lalu, saya mendapat medali perak tahun ini juga perak, walau pun demikian ia mengaku bangga bisa ikut mengharumkan bangsa pada kejuaraan dunia tersebut ” kata Kevin yang sudah diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, itu. (Agus/dbs )

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...