Marak! SMA Negeri di Kota Tangsel Diduga Lakukan Pungutan Beli Buku Paket Hingga Rp1.8 Juta

0 184

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Beralasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga kini belum turun, beberapa SMA Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga melakukan pungutan melalui pembelian buku paket, hingga Rp1.8 juta per siswanya.

Dari informasi yang dihimpun, ada tiga SMAN yang diduga melakukan pungutan pembelian buku paket yakni, SMAN 6, SMAN 9 dan SMAN 12 Kota Tangerang Selatan.

Hal ini dikatakan langsung oleh salah seorang wali siswa kelas X, berinisial J bahwa pembelian buku paket di salah satu toko buku dibilangan Cilenggang, Serpong Kota Tangsel, hasil penunjukan pihak sekolah.

“Toko buku itu udah ditunjuk sama sekolah. Kalau tahun lalu, toko bukunya ada didekat Stasiun Serpong, sekarang pindah didekat SMA 12 Tangsel di Cilenggang,” terang J saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/8/2019).

Dirinya menambahkan, pembelian buku paket itu dilakukan dengan alasan dana BOS yang belum turun ke sekolah. Sehingga, para siswa diwajibkan membeli buku paket, untuk belajar.

“Ya kalau ngga beli ngga bisa belajar mas anak saya. Sifatnya wajib, itu kena 1,8 juta. Setiap tahun alasannya selalu begitu, dana BOS belum turun, jadi beli sendiri setiap orang tua,” tandasnya.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Agus Hendrawan mengatakan, bahwa buku wajib itu merupakan buku pendamping guru yang tidak bersifat wajib.

“Itu bukan buku BOS yang dijual belikan, tapi buku pegangan Guru referensi atau pendamping buku wajib yang dari dana BOS, itupun tidak diwajibkan untuk membeli,” terang Agus. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...