HUT RI 76

Angkasa Pura Pangkas Pakaian Listrik di Semua Bandara yang Dikelola Hingga 60 Persen

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pandemi Covid-19 berdampak pada industri penerbangan nasional dan global. Dimana, jumlah penumpang pesawat dan lalu lintas pergerakan pesawat mengalami penurunan drastis.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020, seluruh penerbangan komersial yang mengangkut penumpang di rute domestik hingga saat ini dilarang beroperasi.
Terutama di wilayah yang telah menerapkan PSBB dan wilayah berstatus zona merah. Dalam merespons kondisi ini, PT Angkasa Pura II melakukan penghematan biaya operasional di 19 bandara yang dikelola.
Director of Engineering PT Angkasa Pura II, Agus Wialdi mengatakan, salah satu fokus saat ini adalah menghemat biaya operasional sekaligus memastikan bandara tetap beroperasi untuk menjaga konektivitas transportasi udara nasional.
“Bandara PT Angkasa Pura II saat ini beroperasi dengan lebih sederhana dibandingkan kondisi normal, menyesuaikan juga dengan traffic penumpang dan penerbangan,” kata Agus Wialdi dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2020).
Agus menjelaskan, implementasi penghematan operasional antara lain seperti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang yakni menghentikan sementara operasional Skytrain.
Fasilitas pun diganti menggunakan shuttle bus sebagai transportasi publik antar terminal.
Saat ini, Transit Oriented Development (TOD) di Soekarno-Hatta juga ditutup di mana selain bisa menghemat juga guna mendukung physical distansing.
“Secara umum, penghematan biaya operasional terbesar adalah di penggunaan listrik. Kami melakukan penghematan penggunaan listrik di seluruh bandara hingga sekitar 46 persen,” tuturnya.
“Penghematan listrik antara lain dilakukan dengan mengurangi penggunaan fasilitas nonprioritas seperti penyejuk udara dan sebagainya, dengan tetap menjaga aspek keamanan, keselamatan, kesehatan dan pelayanan,” sambungnya.
Di samping listrik, bandara PT Angkasa Pura II juga melakukan penghematan penggunaan air bersih hingga 60 persen. Serta penghematan penggunaan kendaraan operasional di kawasan bandara baik sisi udara mau pun sisi darat. (hisyam) 
Disarankan
Click To Comments