Ditunggu Masyarakat, Pemprov Banten Lanjutkan Proyek Masjid Negeri di Atas Awan

0

KABUPATEN LEBAK,PenaMerdeka – Pemprov Banten tetap melanjutkan pembangunan Masjid Negeri di Atas Awan, Gunung Luhur, Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Kebak.

Pasalnya kata Wahidin Halim (WH) Gubernur Banten, pembangunan rumah ibadah itu selain menjadi sarana fasilitas wisata, keberadaan masjid juga ditunggu masyarakat.

“Saat ini rencana pembangunan masjid itu masih terkendala mobilisasi material bangunan, lantaran akses jalan dan terputus pasca banjir bandang dan longsor di Lebak,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), Senin (29/6/2020).

Sementraa kata Kepala Biro Bina Infrastuktur Pembangunan dan SDA Provinsi Banten, Nana Suryana, saat meninjau lokasi pembangunan Masjid proyek pembangunan terkendala akses distributor material.

“Pembangunan masjid ini setelah banjir bandang dan longsor selesai kita mau mulai lagi pembangunan, namun pada saat banjir dan longsor jembatan Ciberang ambruk,” kata Nana.

Lalu dia melanjutkan, nantinya akan diperbaiki. Harapannya bisa dilalui kendaran pengangkut material bangunan masjid.

Setelah itu jembatan yang dibuat PU ambruk lagi pada saat banjir susulan sampai sekarang tidak bisa dilalui,” ungkap Nana.

Dijelaskan Nana, hasil dari survey kr lokasi, alternatif jalan selain rute Cipanas -Lebakgedong -Cibeber, yakni melalui rute jalan Muncang- Sobang -Cibeber.

“Tetapi jalanya rusak juga medannya sangat beresiko bagi kendaran untuk mengangkut material bangunan masjid,” ungkapnya.

“Tetap Pak Gubernur berkomitmen pembangunan masjid akan dilakukan, tapi karena kondisi ada bencana jadi tidak sesuai yang dijadwalkan dari awal. Namun tetap akan dibangun hanya waktunya akan ngulur yang sudah dijadwalkan,” ujarnya.

Sebab itu pihaknya mengaku sedang mencari beberapa alternatif jika menunggu jembatan permanen masih lama, karena membutuhkan waktu dan biaya yang tinggi, sebab itu harus menunggu jembatan sementara di Ciberang selesai.

Atau alternatif lainya kata dia, secara bertahap melakukan mobilisasi material melalui rute lain walaupun akan memakan waktu yang cukup lama dibanding rute yang biasa dilalui, sebab tidak bisa menggunakan kendaran bertonase besar.

“Mengenai anggaran pembangunan masjid itu merupkan amanah yang harus dipertanggung jawabkan, jadi belum dipake apa-apa kecuali untuk biaya yang terkait dengan pembangunan mesjid di Gunung Luhur Citorek. Jadi walaupun ada biaya yang dikeluarkan kita lihat memang sudah asa pengurugan,” paparnya.

Yang penting kata Nana, masjid terbangun dengan desain mengakomodir kearifan lokal. Mengenai rencana anggaran biaya bisa disesuaikan dengan kondisi harga material pada saat ini.

Masih kata Nana, kondisi saat ini adanya pandemi global bukan lokal lagi, yang tentunya berpengaruh terhadap semua sektor termasuk industri jasa dan lainya. Tapi dengan adanya rencana new normal diharapkan berjalan seperti sediakala dengan protokoler kesehatan yang kita patuhi.

“Masyarakat tetap bersabar dan percaya kepada pemerintah provinsi Banten bahwa memang ini bukan pencitraan, tapi memang untuk membangun masjid di tempat wisata Gunung Luhur ini, mudah mudahan masyarakat bisa memahami kondisi yang ada, dan untuk kelancarannya pembangunan diharapkan dukungan dari masyarakat,” harapnya.

Sementara Ketua Badan Perwakilan Desa Citorek Kidul, Rustandi saat ditemui ditempat wisata negeri di atas awan Citorek mengaku mendukung rencana pembangunan Masjid di Gunung Luhur tersebbut.

“Semoga cepat terlakasana, kita mendukung pembangunan masjid di tempat wisata ini yang dilakukan Pemprov Banten,” katanya. (uki)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...