Pena Merdeka
Tampil Beda Berani Mengupas Tuntas

Nelayan dan Ekosistem Teluk Banten Terancam Terganggu, Apa Penyebabnya ?

0

Teluk Banten Terancam Terganggu

BANTEN,PenaMerdeka – Pasca terbitnya surat dari Kementrian Koordinator Kemaritiman soal pencabutan moratorium pembangunan proyek reklamasi Teluk Jakarta sejumlah pihak khawatir ekosistem di perairan Teluk Banten dan pencaharian ribuan nelayan setempat bakal terganggu.

Sebelumnya kegiatan penambangan material pasir yang berjumlah jutaan kubik untuk pengurugan Teluk Jakarta berasal dari kawasan perairan Lontar, Pulau Tunda, Pulau Panjang, di kecamatan Pontang dan Tirtayasa bahkan Anyer yang berada dipesisir perairan Selat Sunda, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Aktivis lingkungan setempat Daddy Hartadi yang juga Koordinator Koalisi Nelayan Banten khawatir bakal ada surat ijin dari pemerintah daerah kepada para pengusaha tambang yang berasal dari Kabupaten Serang, Jakarta dan wilayah lainnya di sepanjang Teluk Banten.

Sebab kata dia jika ada penambangan lagi terdapat puluhan ribu penduduk di daerah itu yang mengandalkan pencahariannya sebagai nelayan terkikis pendapatannya.

“Saya mewanti wanti supaya Pemerintah tidak mengeluarkan penerbitan ijin penambangan,” tegasnya.

Surat moratorium dengan Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 pertanggal 5 Oktober 2017 seperti diketahui ditandatangani Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Daddy lebih jauh menjelaskan bahwa dampak ekologi yang dihasilkan dari kegiatan penambangan itu adalah meluasnya abrasi sehingga kemudian rusaknya ekosistem dan biota laut di kawasan Teluk di Banten.

“Alhasil membuat hancurnya kehidupan laut di Teluk Banten dan masyarakat nelayan lontar dan sepanjang pantai utara,” ucapnya kepada PenaMerdeka.com, Minggu (08/10/2017).

Ditambahkannya kalau ada kegiatan penambangan bakal menyebabkan rusaknya jaring ikan yang nelayan miliki, dan wilayah tangkapan tidak lagi dihuni ikan karena rusaknya biota laut. Karuan saja pendapatan mereka dari melaut merosot tajam.

Daddy menyatakan terkait nasib rakyat nelayan selama ini supaya Pemprov Banten dibawah Gubernur Wahidin Halim bisa memberikan perlindungan lingkungan hidup di pesisir Teluk Banten.

“Gubernur Banten kami harapkan selalu tetap berdiri bersama rakyat. Memberi perlindungan dan pembangunan ekonomi kawasan pesisir,” imbuhnya. (fred)