Zulfikar Demokrat

Pasir Laut Dikeruk, Penghasilan Nelayan Lontar Serang Terpuruk

0

Serang, PenaMerdeka – Pendapatan ekonomi masyarakat nelayan Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, kini terpuruk. Sebelum ada kegiatan penambangan atau pengerukan pasir laut di kawasan perairan laut tersebut, pendapatan usaha dari hasil nelayan cukup menjanjikan.

Tetapi, sekarang ini mencari kebutuhan sehari hari dari profesi nelayan sulit, tidak bisa diandalkan. Apalagi, masyarakat nelayan di kawasan pesisir hanya mengandalkan dengan mencari ikan, budidaya rumput laut dan hasil tambak.

Ulum (35) kepada PenaMerdeka.com mengaku menjadi nelayan ditekuninya sejak kecil, turun temurun mengikuti profesi dari orangtuanya. Sebelum adanya kegiatan penambangan pasir laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil laut bisa diandalkan.

“Dahulu, dalam sehari pendapatan yang kita dapat bisa mencapai Rp 2 Juta dalam sebulan malahan bisa lebih . Sekarang tidak bisa mas,” kata Ulum, Rabu (23/11).

Sekarang ini untuk mendapat penghasilan setengahnya saja sangat terasa berat, kondisi ini lantaran adanya kegiatan penambangan pasir laut. Ia beralasan susah mencari ikan di laut karena kondisi terumbu karang tempat ikan berkembang biak tidak ada lagi.

“Adanya pengangkutan pasir dari kapal tongkang juga saya duga bisa merusak perairan dan habitat laut. Malahan melintasnya kapal tersebut bisa merusak peralatan kami, bisa tersedot mesin atau baling-baling kapal.Yang saya dengar pengerukan pasir itu buat kebutuhan reklamasi Teluk Jakarta. Dulu kami bisa dapat rajungan setiap hari sekarang mah gak mungkin dapat sudah tidak bisa hidup lagi di perairan ini. Mencari udang saja sekarang sudah susah mas,” kata pria lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tirtayasa ini menjelaskan.

Masyarakat Lontar ingin pemerintah bisa menanggulangi permasalahan ini, dengan kondisi ekonomi yang semakin merosot ini kami sudah tidak bisa berlama-lama lagi. Harus segera dicarikan solusinya.

Sementara Wati (31) pembudidaya rumput laut di kawasan pantai Lontar, Tirtayasa ini juga mengeluhkan kondisi pendapatan dari usahanya yang semakin menurun. Ia menuding kalau adanya kegiatan penambangan pasir menjadi penyebab turunnya pendapatan masyarakat nelayan.

“Karena banyak pasir dalam permukaan air laut maka rumput laut tidak bisa dipanen maksimal, hasilnya sangat jelek. Malah banyak gagalnya. Dahulu kondisi airnya tempat kita menaruh rumput laut tidak seperti ini. Tapi sekarang pas ada kegiatan penyedotan pasir laut otomatis saya kerap tidak bisa panen maksimal,” ucapnya menegaskan.

Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu masyarakat setempat sempat beberapa kali mengusir kapal yang membawa pasir dari hasil penyedotan di perairan laut Lontar. (wahyudi)

Puji Rahman Hakim Perindo
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

ultricies Donec neque. ut elit. ut at ipsum Curabitur risus. Lorem