Kasatpol PP banten: Penindakan Pelanggar Covid Bukan Kejar PAD

AGAR MASYARAKAT BANTEN JERA 

BANTEN,PenaMerdeka – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Banten Agus Supriyadi mengklaim bakal menindak sanksi kepada pelanggar protokol Covid-19.

Oknum masyarakat bagi pelanggar protokol kesehatan disebutkan tanpa yang menggunakan masker.

Kata Agus, hal ini mengacu kepada Peraturan Gubernur Nomor 36 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Didalam penindakan, kita ada mekanisme pelaksanaannya sesuai aturan yang ada. Jadi ada tahapan-tahapannya. Misalnya teguran, sanksi sosial dan sebagainya,” ucap Agus saat ditemui penamerdeka.com di Setda Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (2/8/2020).

Ia menegaskan, jika pihaknya akan menempuh mekanisme yang sudah ditentukan, dan memastikan tidak akan langsung ke arah yang sifatnya penekanan.

“Ada mekanisme yang kita tempuh, tidak akan langsung ke arah yang sifatnya penekanan. Jangan sampai dianggap Pemprov Banten ini mencari PAD dari masyarakat. Tidak lah, itu hanya agar menjadi efek jera,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kalau ternyata yang dilakukan pihaknya tidak menjadi perubahan perilaku masyarakat yang patuh. Ini dengan terpaksa pihaknya menindak tegas.

“Kan sifat hukum harus memaksa. Ini agar masyarakat sadar tentang protokol kesehatan. Budayakan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker. Ini harus menjadi budaya dan menjadi adaptasi kebiasaan baru. Jadi Sanksi administratif itu bukan tujuan, tetapi lebih ke arah bagaimana kesadaran masyarakat dapat meningkat,” katanya.

Saat ini, jelasnya, terkait dengan penegakan Pergub tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan stackholer lainnya.

Yakni dengan unsur TNI, Polri, BPBD, Dinkes, Dishub dan OPD. Kedepan akan mendorong recoveri ekonomi. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...