Hasil Putusan Konferwil PW IPNU Banten Ditolak

SC DAN OCE DINILAI TAK NETRAL

SERANG,PenaMerdeka – PC IPNU Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan, menyepakati hasil konferensi wilayah (Konferwil) IPNU Banten yang ke VI di STISNU Kota Tangerang, Jum’at-Sabtu 13-14 November 2020 kemarin.

Ketua PC IPNU Kota Serang, Samsul Bahri mengatakan, pada pemilihan kemarin, secara sah Abudin terpilih sebagai Ketua PW IPNU Banten 2020-2023 yang diputuskan pimpinan presidium sidang, Hasan Malawi (PP IPNU) pada pukul 16.41 WIB.

“Maka dengan ini kami menolak apabila ada deklarasi atau putusan tandingan dengan mengatasnamakan hasil putusan Konferwil PW IPNU Banten. Kami menilai SC dan OC yang di akomodir pimpinan wilayah tidak netral,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (16/11/2020).

Samsul menjelaskan, dengan analisis panitia OC dan SC dari awa tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan rowndown acara.

“Semula itu pendaftaran peserta sidang seharusnya pukul 14.00 WIB sudah dilakukan dan langsung diberikan draf tata tertib sidang dari pleno 1-4 sesuai dengan jadwal yang tertera di surat undangan Konferwil V PW IPNU Banten,” tegasnya.

Samsul menuturkan, namun kenyataannya dilakukan pasca maghrib dan sudah di design dengan sedemikian rupa yang mengakibatkan cabang-cabang dirugikan oleh SC dan OC.

“Keabsahan registrasi tidak sesuai dengan jumlah peserta pada surat undangan yang disebarkan, dan dalam pengesahan peserta sidang penuh banyak cabang yang di intimidasi. Diantaranya, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon tidak berhak masuk ke forum sidang dengan alasan sudah dibekukan pengurus wilayah,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Samsu menyalahi Peraturan Organisasi (PO) IPNU BAB 5 Pasal 17 Tentang Pembekuan Kepengurusan di Poin 4 tertuang Bahwa dilakukan melalui Surat Keputusan Pembekuan atau Surat Keputusan Pencabutan Oleh Tingkat Pengurusan yang menerbitkan Pengesahan Kepengurusan yang bersangkutan Setelah dilakukan investigasi dan peringatan.

“Kemudian untuk Kota Tangerang Selatan Ketua PC IPNU tidak mendapatkan Hak preogratifnya sebagai mandataris konfercab yaitu sebagai Ketua Cabang untuk mengikuti Persidangan yang kemudian di selesaaikan secara internal dengan berita acara yang sudah di berikan kepada presidium sidang bahwa yang menjadi peserta penuh dan memiliki hak suaraa adalah ketua cabang,” paparnya.

“SC dan OC tidak menunjukan Netralitas dan Keta’dziman kepada Ketua Tanfiziah PC NU Kota Cilegon dan mengakibatkan PC IPNU Kota Cilegon tidak bisa mengikuti Forum Persidangan selama Konferwil PW IPNU Banten berlangsung,” lanjutnya.

Samsul menyebutkan, di dalam Persidangan Pleno 3 & 4 PP IPNU (Hasan Malawi) tidak bisa menjalankan Pimpinan Sidang secara tenang karena Sekretaris dan Anggota Presidium Sidang dalam hal ini diwakili oleh SC dan OC dan selalu memberikan intruksi kepada Pimpinan Sidang.

Oleh karena itu dalam hal ini kami menilai ada ketidak netralan oleh panitia pelaksana terhadap peserta sidang,” katanya.

“Didalam pleno 3, sudah ditetapkan presidium sidang yang diwakili oleh pengunus pusat sesuai dengan pd -prt ipnu (Hasan Malawi) calon yang lolos validasi pencalonan rekomendasi 3 dari PC IPNU Kab/kota, sedangkan calon atas nama rekan Diaudin hanya memiliki 2 rekomendasi dari PC Kab/kota, maka presidium sidang (Hasan Malawi) memutuskan rekan abudin yang lolos validasi pencalonan dan dinyatakan terpilih sebagai ketua PW IPNU Banten Masa Khidmat Tahun 2020-2023,” sambungnya.

Samsul menambahkan, saat terjadi chaos prsidium sidang Hasan Malawy (PP IPNU) di amankan dalam ruangan oleh CBP dan Banser. Didalam ruangan presidiunm sidang Hasan Malawy di intimidasi. Karena ketidak jelasan dalam kepanitiaan.

“Maka dari itu kami meminta PP IPNU dalam hal ini untuk segera mengambil langkah-langkah penyelamatan organisasi PW IPNU Banten, dengan sesuai PD-PRT dan peraturan-peraturan organisasi yang berlaku,” tukasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...