HUT RI 76

Jadi Ketum PPP, Monoarfa Beberkan Kerja Elektoral Bidik Penguasaan Politik Nasional

BEKERJA SECARA TERSISTEM

JAKARTA,PenaMerdeka – Suharso Monoarfa Ketua Umum (Ketum) DPP PPP hasil Muktamar IX dalam penyampaian pidato kemenangannya bakal memberikan sejumlah program. Capaian program itu nantinya untuk menguatkan Kembali PPP dalam kancah politik nasional.

Politisi senior ini berjanji akan memimpin PPP dengan menekankan kerja elektoral. Dan kerja elektoral ini akan bekerja secara tersistem.

“Kerja yang paling penting adalah kerja elektoral. Kerja elektoral itu kerja yang sifatnya terencana, well plan, detail langkah-langkahnya seperti apa,” ucapnya dalam pidato konpres secara virtual melalui YouTube Petiga TV, Minggu (20/12/2020).

Dalam mengemban tugas Suharso menyebut akan menunjuk kader PPP sebagai penanggung jawab kerja elektoral di tingkat kepengurusan DPP. Dalam mengemban tugasnya, mereka tidak diperkenankan mencalonkan diri sebagai legislator.

“Dan mereka yang akan direkrut duduk sebagai penanggung jawab kerja elektoral, tidak boleh menjadi calon anggota legislatif, tidak boleh jadi caleg,” kata Suharso.

Selama ini orang yang mau masuk DPP PPP supaya kemudian dapat paspor untuk menjadi calon anggota DPR RI.

“Nanti pekerja elektoral ini akan di-cross dengan long list yang akan kita susun. Mulai tahun depan para local champion itu akan diuji melalui pelatihan dan sebagainya sampai menguasai metodologi itu,” ungkap Suharso.

Kemudian, sampai di 2023, jadi kita akan cross di sana. Jadi para local champion itu penting sekali sudah bisa kita hadirkan sejak awal. Mulai tingkat nasional, provinsi, kabupaten hingga kota.

Tak hanya itu, dalam kepengurusan elektoral juga ada yang namanya influencer. Berbeda dengan penanggung jawab kerja elektoral, para influencer masih diperkenankan untuk mendaftar sebagai calon legislator.

“Yang kedua yang saya sebut dengan influencer. Dia menjadi engine dari DPP untuk bisa meng-create, bisa menjadi media darling atas isu-isu nasional yang karena itu kemudian partai terangkat. Kalau kategori ini boleh saja menjadi anggota legislatif, tapi tidak semudah itu,”ucapnya.

Terakhir, Suharso meminta pengurus Sekretariat Jendral PPP agar tidak memiliki jabatan rangkap. Hal ini, sebut Suharso, dirasa perlu demi memaksimalkan fungsi dari manajemen organisasi suatu partai politik.

Melalui kerja electoral tandas Suharso, dia meyakini PPP dapat mengulang masa kejayaannya pada Pemilihan Umum 1999.

Seperti diketahui, sidang paripurna pemilihan Ketum PPP dipimpin oleh Waketum PPP Amir Uskara. Mekanisme pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat. (red)

Disarankan
Click To Comments