Kasus Bocor Pipa Gas di Madina Makan Korban, Bang Zul: Pemerintah Harus Sigap Tanggung Jawab

SEJAK AWAL PEMBANGUNAN DITOLAK WARGA

JAKARTA,PenaMerdeka – Zulfikar H, Anggota Komisi VII DPR-RI meminta agar pemerintah bertindak cepat terkait bocornya proyek pipa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) oleh PT Sorik Merapi Gheothermal Plant (SMGP) di Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).

Diketahui, bocornya pipa gas pada 25 Januari 2021 itu sedikitnya menewasakan lima (5) orang dan dua puluh (20) lainnya diduga juga mengalami keracunan saat dilakukan pembangun power plant pada PLTP.

Politisi Partai Demokrat dari daerah pemilihan (Dapil) Banten III ini mengaku prihatin dan miris. Pasalnya, antisipasi pematangan konsep keselamatan proyek sudah harus jauh diperhitungkan. Sehingga menurutnya tidak menimbulkan korban.

“Satu nyawa pun sangat berharga. Pemerintah harus bergerak cepat dan tak boleh diam. Jadi pembangunan pembangkit listik panas bumi geothermal selalu saja makan korban jiwa. Pengawasan yang kuat dari pemerintah penting dilakukan,” ungkapnya kepada penamerdeka.com, Selasa (3/2/2021).

Karenanya kata dia, merasa khawatir lantaran potensi proyek ini menyangkut keselamatan warga setempat. Dia juga mengajak kepada Komisi VII untuk turun langsung ke lokasi kejadian.

Sebab, persoalan ini potensi selalu menjadi masalah besar di Kabupaten Mandailing Natal. PT SMGP harus segera dipanggil Komisi VII DPR-RI untuk memberi penjelasan dan mempertanggungjawabkan.

“Jika dibiarkan, berapa banyak lagi korban masyarakat sekitar proyek tersebut,” tukas Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Partai Demokrat ini.

Dia menjelaskan, awal pembangunan proyek ini pun sudah muncul penolakan warga dengan menggelar demo. “Masyarakat menolak pembangunan pembangkit listrik Gheotermal. Karena khawatir risiko proyek,” ujarnya.

“Saya prihatin. Saya sangat dekat secara emosional dengan daerah itu. Karena orangtua saya pun berasal dari Madina. Saya meminta secepatnya tidak lanjut dari pemerintah, khususnya Kementerian ESDM agar membentuk tim khusus penanganan proyek. Dan memangil seluruh mitra yang berhubungan dengan proyek tersebut. Saya juga minta pemerintah menghentikan proyek itu jika tidak ada jaminan keselamatan yang pasti untuk masyarakat dan menganti rugi pada pihak korban yang telah meninggal dunia,” katanya serius.

“Bagi saya dan bagi kami Partai Demokrat, satu nyawa melayang sangat berarti. Oleh karena itu, semua pihak harus bergerak cepat menyelesaikan kasus ini. Saya minta jangan lamban penanganannya,” pungkas Bang Zul. (hisyam)

Click To Comments