Penjualan Bir Anjlok, Heineken PHK 8.000 Pekerja

10 PERSEN TOTAL PEKERJA

JAKARTA,PenaMerdeka – Perusahaan pembuat bir asal Belanda, Heineken (HEINY), bakal memutuskan hubungan kerja (PHK) 8.000 pekerja mereka secara global. Jumlah tersebut mencapai 10 persen dari total pekerja mereka.

Keputusan itu diharapkan menghemat biaya operasional perusahaan hingga 2 miliar euro Eropa, setara US$2,4 miliar atau Rp33,53 triliun (mengacu kurs Rp13.972 per dolar AS).

Melansir CNN Business, perusahaan tercatat merugi sebesar 204 juta euro Eropa atau US$247,6 juta sepanjang 2020 lalu. Padahal, Heineken berhasil mengantongi laba 2,2 miliar euro Eropa atau US$2,7 miliar di tahun sebelumnya.

Kerugian disebabkan penurunan pendapatan hingga 16,7 persen menjadi 23,8 miliar euro Eropa setara US$28,9 miliar. Pandemi covid-19 menekan penjualan bir merek Heineken lantaran terjadi penutupan restoran dan bar selama pembatasan sosial.

“Dampak pandemi pada bisnis kami semakin parah karena jalur perdagangan kami (pub, bar, dan restoran) dan eksposur geografis perseroan,” ujar CEO Heineken, Dolf van den Brink.

Pemilik merek bir Moretti dan Amstel itu memperkirakan sekitar 30 persen bar dan restoran beroperasi di Eropa, yang merupakan pasar terbesarnya.

Kawasan tersebut memberlakukan kembali penguncian wilayah (lockdown) pada Desember, sehingga semakin menekan penjualan perseroan.

Namun, di tengah kebiasaan baru menetap di rumah, maka konsumsi alkohol yang dapat dipesan langsung oleh konsumen meningkat. Sebut saja penjualan merek Beerwulf, Six2Go, dan Drinkies meningkat hingga tiga kali lipat tahun lalu.

Selain itu, penjualan online dengan sistem antar langsung ke rumah tumbuh dua digit. Namun, penjualan bir berdasarkan volume turun 8,1 persen pada 2020.

Selain pemasaran online, penjualan minuman non alkohol Heineken juga meningkat, didorong oleh produk Heineken 0.0 dan Maltina. Karenanya, perseroan berencana mengembangkan produk potensial tersebut.

“Kami bercita-cita untuk tumbuh unggul dan menguntungkan di dunia yang cepat berubah,” terang van den Brink. (uki)

Click To Comments